Warga Ujung Kulon yang Menuntut Pembangunan Jalan Akhirnya Bentrok Dipukuli Polisi

Pandeglang – Oase INews – Ribuan warga, menamakan dirinya sebagai Gerakan Masyarakat Ujung Kulon (GMUK) datang berbondong bondong ke gedung DPRD Banten untuk menuntut perbaikan kondisi jalan di desanya, yang menjadi seperti kubangan sawah kala musim hujan.

Sebelumnya sudah pernah diberitakan oleh jurnalis  tentang rusaknya jalan di daerah Ujung Kulon tersebut dari daerah Sumur sampai Legon Pakis dan Tanjung Lame.

Padahal di daerah Ujung Kulon tersebut juga ada terdapat makam pahlawan penjaga NKRI sesudah masa kemerdekaan setempat yang juga sempat menjadi gurunya Presiden pertama RI (Soekarno) yang bernama Bapa Pelen.

Dalam aksi protes ini sejumlah masa aksi dari Ujung Kulon, bentrok dengan polisi, di depan gedung DPRD Banten.

Beberapa orang mengalami luka bocor di kepalanya karena sempat dipukuli kepalanya.

“Polisi tidak melindungi rakyat. Lihat ini polisi, tanggung jawab. Ambulans mana ini ambulans, ya Allah parah ini, ambulans mana woy,” teriak salah satu massa aksi, sembari menolong rekannya yang bercucuran darah.

Mereka hanya meminta kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemprov Banten, untuk segera memperbaiki kondisi jalan, yang sudah seperti kubangan sawah jika musim hujan tiba.

Karena sejak jaman Presiden pertama sampai jaman Presiden Jokowi kondisi jalan di daerah Ujung Kulon sangat miris keadannya, bahkan ada yang belum pernah dibangun sama sekali jalannya sejak jaman penjajahan belanda, contohnya ruas jalan utama menuju desa legon pakis.

Bagaimana rakyat disana tidak teriak minta diperbaiki, mereka membaca berita dan menonton berita di televisi kalau Presiden Jokowi sering membangun jalan dan infra struktur di papua ujung timur sana, sedangkan Ujung Kulon yang masih di daratan pulau jawa saja jalan hancur tidak tersentuh pembangunan tidak diperhatikan.

“Jauh di Papua aja dibangun, masa disini yang masih di pulau Jawa aja kok ga ada jalan diperbaiki, hancur begini seperti sawah kalau sedang hujan mang ?” kata Samudi warga Cigarondong.

Jangankan diperbaiki, dibangun jalan saja belum pernah oleh pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi.

Ratusan massa aksi yang datang langsung dari Ujung Kulon menggunakan berbagai macam kendaraan itu, meminta Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang, agar segera membenahi infrastruktur jalan yang sudah rusak selama bertahun-tahun.

“Mereka itu cuma rakyat pedesaan, jangan di provokasi dan dibenturkan kepada aparat kepolisian.mereka cuma minta jalannya dibangun dan pemerataan pembangunan, tapi kok dipukuli begini sih.” kata Tarim salah satu tokoh LSM Pager Kulon di Cikawung Banten yang juga warga Ujung Kulon Banten ini.

Bahkan, pada faktanya ada warga Ujung Kulon yang belum pernah melihat jalan di desanya bagus, sejak lahir.

Warga setempat merindukan kondisi jalan yang bagus dan rapi, guna memudahkan transportasi warga sekitar dalam melakukan kegiatan perekonomiannya.

“Bupati Pandeglang, Gubernur Banten, kalau tidak bisa memperbaiki jalan, lebih baik mundur,” tegas Tarim, salah seorang tokoh di Ujung Kulon, ketika dihubungi jurnalis.

Warga pun menagih janji kampanye Bupati Pandeglang dan Gubernur Banten, yang akan fokus pada pembangunan infrastruktur.

“Kami datang menagih janji Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang,” kata Hudan, ketua Pokdarwis Sumur yang juga ikut serta dalam demonstrasi.

Sebelum berdemonstrasi di depan gedung DPRD Banten, ribuan massa aksi terlebih dahulu berdemo di depan kantor Pemkab Pandeglang.

(luq*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 14 =