TEATER CAHAYA UMT INDONESA GELAR KONSER TURBULENSI, 6 – 7 OKTOBER 2019 DI TAMAN ISMAL MARZUKI ( TIM ) JAKARTA

Tangerang, Oase Indonesia News.com – Selasa 19/09/2017, bertempat di lantai 6 Gedung Universitas Muhammadiyah Tangerang ( UMT ), Cikokol, Kota Tangeerang, Berlangsung Konfrensi pers, Konser Turbulensi.

Hadir dalam acara tersebut, Dr H Desri  Arwen MM, Wakil Rektor UMT, Dr Away Enawar M Pd, Dekan FKIP UMT, Sutradara, Dr Asep Suhendar, M Pd, Wakil Dekan FKIP, Produser, Dedy Kampleng, Ass Sutradara, Madin Tyasawan, Penata adegan, serta beberapa seniman, budayawan dan artis pendukung konser.

Dr Asep Suhendar, M Pd, menjelaskan bahwa Konser Tubulensi, bisa terlaksana  berkat  kerjasama antara Teater Cahaya UMT Indonesia dan Komunitas Sitihinggil Benteng, Teater Cahaya UMT, lahir karena Teater merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan kepada semua mahasiswa di 5 ( Lima ) program studi di Fakultas Keguruan dan lmu Pendidikan / FKIP UMT, agar mahasiswa menjadi profesional ketika terjun dimasyarakat.

Dr H Desri Arwen MM, Wakil Rektor UMT,  Mengatakan begitu melihat kata Turbulensi, saya langsung teringat Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 155 – 157, yang menjelaskan : Dan pasti Kami menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang – orang yang sabar, Yaitu orang – orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata : Sesungguhnya kami milik Allah SWT, dan Kepada Nya lah kami Kembali, Mereka itulah yang memperoleh Ampunan dan Rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang – orang yang mendapat petunjuk.

Konser Turbulensi yang merupakan kumpulan karya – karya sajak Away Enawar yang ditampilkan dalam bentuk Dramatic Musical Poetry, sebagai wujud implementasi mahasiswa atas ilmu yang diterimanya saat perkuliahan, diharapkan dapat menghibur dan sebagai bentuk pengabdaian kepada masyarakat yang merupakan salah satau bagian dari catur dharma Perguruan Tinggi UMT, diharapkan juga acara  konser seperti ini bisa rutin diadakan setiap tahunnya, dan menyampaikan harapan Rektor UMT, Dr H  Ahmad Badawi, M Pd, yang sedang berkunjung ke Eropa, berharap pada satu dasa warsa UMT nanti bisa  digelar dalam bentuk syukuran, mudah – mudahan Gedung 19, 12 Lantai sudah selesai, ujar Arwen.

Dr Away Enawar, M Pd, Dekan FKIP UMT, Sutradara menyampaikan konsep Konser Turbulensi  diharapkan dapat memberikan hiburan dan pesan moral kepada masyarakat ditengah ketakutan –  ketakutan yang selalu menghantui dengan ketidakpastian, untuk itu Konser Turbulensi ini dirancang  sedemikian rupa dengan berkolaborasi dengan tokoh seniman dan budayawan Nasional seperti : Jose  Rizal Manua, Ken Zuraida, Amoroso Katamsi, Doddy Katamsi, Budi Sadewo, Intan Ramdhani, Cornelita  Babyta, Ghina Sheila, Zulaika, Cheppy Oi, Samsaka, Aulia, Syarah, Della, Bella, Alfarisyi, Risdya dan  beberapa artis pendukung dari Teater Cahaya UMT dan Komunitas Sitihinggil Benteng.

Konser Turbulensi akan digelar di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman smail Marzuki Jakarta, Jum’at, 6  Oktober 2019, jam 19.30 WIB, dan Sabtu, 7 Oktober 2019, Jam 14.00 WIB, dan Jam 19.30 WIB, dengan  Ticket HTM, Kelas VIP : Rp 350.000, Kelas 1 : Rp 200.000, Kelas 2 : Rp 100.000, untu info ticket bisa  menghubungi Nomor HP : 0838 0610 9697, 0838 1283 1562, 0822 9898 8602, 0813 2431 7535, 0812   8135 9558 ( www.sitihinggilbenteng.id )

Turbulensi bisa terjadi dimana – mana dan kepada siapa saja, kalau terjadi diudara dalam pesawat, maka pesawat dan yang didalamnya taruhannya, kalau terjadi pada bangsa, Negara sepertii Negara kita NKRI, masyarakat dan kita semua taruhannya,  untuk itu Konser Turbulensi diharapkan dapat memberikan jawaban dari berbagai ketakutan, kegoncangan serta kekhawatiiran – kekhawatiran, kepada para pemimpin bangsa, tokoh masyarakat dengan menyaksikan konser Turbulensi dapat memberikan pencerahan, karena pada akhirnya kita harus menggantungkan kepada Alam dan agama, yakni keheningan, dalam keheningan kita dapat fokus, konsentrasi dan tenang dalam menghadapi berbagai macam permasalahan, karena itu dalam Turbulensi dibutuhkan keheningan, ungkap Away Enawar,

Hal senada disampaikan Madin Tyasawan, Penata adegan dan Dedy Kampleng, Ass sutradara, dengan berbagai macam konsep dan persiapan Konser Tubulensi diharapkan memberikan hiburan sekaligus pencerahan dan mengingatkan kepada kita semua bahwa dalam Turbulensi, kegoncangan, ketakutan, kekhawatiran apapun dimanapun kita membutuhkan ketenangan, keheningan, fokus dan berfikir positif dan dibalik itu semua banyak hikmah yang dapat dipetik untuk kemajuan kedepan lebih baik. ( SRY )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − 5 =