Oase Indonesia News dan Suara Jatim Group Memberikan Piagam Penghargaan Kepada Para Guru di Ujung Kulon

Ujung Kulon – Oase Inews.com – Sebutan Pahlawan sudah sangat awam dan sering kita dengar ditelinga kita dan para masyarakat luas.

Juga sering kita dengar ada slogan atau sebutan populer ” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” dan sebenarnya bagaimana dan apa yang disebut dengan slogan itu ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pahlawan adalah: “Orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran”.

Secara sederhana, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa adalah orang yang berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran tanpa mengharapkan keuntungan pribadi.

Di suatu lirik lagu nasional ada juga judul lagu yang identik mengambarkan tentang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Kata kata tersebut dituangkan dalam lagu Himne Guru yang menggambarkan guru sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Demikian liriknya: “Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru…terima kasihku tuk pengabdianmu. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”.

Semua kata dalam Himne Guru ini mengandung makna begitu dalam untuk menggambarkan guru adalah sebagai pahlawan yang tidak mengenal tanda jasa, dan itu memang benar adanya.

Memang menggeluti profesi sebagai guru tidaklah mudah. Guru mempunyai tanggung jawab besar dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk itu, diperlukan pengorbanan yang begitu besar walau dengan jasa yang tidak begitu besar.

Tidaklah menjadi hal yang berlebihan jika guru yang mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Bahkan ada dijumpai sejumblah guru yang mengajar jauh di pelosok daerah terpencil yang fasilitas jalannya juga terkadang tidak mudah bahkan terkesan seadanya.

Wartawan sendiri sering menjumpai ada guru yang sudah mengajar lama tapi belum juga diakui kebradaannya sebagai seorang guru karena masalah birokrasi pemerintah yang rumit dan rancu.

Bahkan ada yang sudah menjadi guru selama 25 tahun mengajar tapi kehidupannya masih begitu saja, padahal murid yang pernah diajarnya sudah pada sukses dan kaya diluar sana, mungkin sudah menjadi Bupati, Gubernur, bahkan mungkin menjadi seorang Presiden?

Wilayah Indonesia yang sangat luas, ada daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T), kemampuan daerah pun beragam.

Jadi akan sering dijumpai ada guru-guru yang bernasib tragis, bergaji minimalis, honor yang horor walaupun setumpuk beban tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa ada di pundaknya.

Statusnya populernya adalah guru honorer dengan upah yang horor.

Bayangkan ???

Sudah perjuangan meraih titel SPd dan Gr berliku, diterima menjadi guru, tapi digaji sangat tidak laik.

Bahkan sampai kini, di Hari Pendidikan Nasional 2018, masih ada guru yang dapat honor Rp 35 ribu per bulan.

Oase Indonesia News bersama Indonesia Headline News dari Suara Jatim Group sangat kagum dengan beberapa orang guru yang mengajar di daerah daerah tertentu.

Di Ujung Kulon Desa Ujung Jaya sana ada sejumblah guru yang mengajar sudah lebih 10, 12 13 dan 15 tahun, tapi masih tetap saja berstatus honorer dengan upah minim per bulan nya.

Sudah jalan menuju ke sekolah hancur parah tidak pernah di sentuh oleh pemerintah, upah minim pula dan tidak diangkat angkat menjadi PNS pula.

Apakah ini penghargaan yang manusiawi untuk seorang guru, di Hari Pendidikan Nasional yang tiap tahun kita rayakan? Seandainya Ki Hadjar Dewantara masih hidup, saya yakin beliau akan meratapi nasib tragis guru di republik ini!

Oleh karena itu media Oase Indonesia News dan  Indonesia Headline News dari Suara Jatim Group  memberikan Piagam Penghargaan kepada guru guru di SDN  01 dan SDN  02 Desa Ujung Jaya Cikawung Sabrang Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Sebagai wujud rasa hormat kami, keperdulian kami dan terima kasih kami yang tak terhingga kepada guru guru yang tanpa pamrih mengajar murid murid di pelosok Desa Ujung Kulon walau honor dalam kategori horror .

Mereka sudah mengabdikan hidupnya kepada masyarakat setempat dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ya mudah mudahan piagam penghargaan ini bisa dapat bukti untuk guru guru di sini kalau kami masih sangat percaya dan perduli serta berterima kasih kepada mereka yang sudah mau jauh jauh datang mengajar di desa ujung kulon ini.mudah mudahan lewat guru guru ini akan tercipta generasi penerus bangsa yang dapat membawa harum bangsa dikemudian hari.” kata Lucky selaku wakil pemimpin umum dari media Indonesia Headline News mewakili penyerahan Piagam Penghargaan dari pihak media Oase Indonesia News kepada guru guru di Ujung Kulon.

Semoga mereka dalam menjalankan baktinya kepada negara dan masyarakat dapat diperhatikan oleh pemerintah dengan lebih serius lagi.

“saya terima piagam penghargaan dari Media Oase Indonesia News, saya mewakili dari seluruh guru guru SDN ujung Jaya 2 mengucapkan banyak banyak terima kasih yang telah diberikan penghargaan ini.ini sangat berharga dan bangga bagi kami, kepada Oase Indonesia News terima kasih banyak.” kata bapak guru Thamrin Guru SDN 02 yang mewakili pihak guru sekolah di desanya.

Kami dari pihak Media Oase Indonesia Newsdan media Indonesia Headline News  (Suara Jatim Group juga menghimbau kepada Pemprov setempat supaya mereka yang belum diangkat menjadi PNS mudah mudahan diberi kesempatan untuk menuju kearah itu.

Berikut nama guru guru yang menerima Piagam Penghargaan dari Media Suara Jatim Group dan Oase Indonesia News yang penyerahannya dilaksanakan di SDN 01 dan SDN 02 Desa Ujung Jaya Cikawung Sabrang Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

(luq*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 1 =