Pantau Pemudik yang Menyusup, Ditpolairud Polda Banten Lakukan Penebalan Personil di Pos Check Point

CILEGON, Oase I News.com – Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah tentang PSBB dan larangan mudik, Polda Banten dan Polres Jajaran gelar Operasi Ketupat Kalimaya 2020 untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Virus Covid-19.

Di sepanjang jalur menuju Merak pun didirikan beberapa titik pos penyekatan ataupun pos check point untuk memeriksa setiap masyarakat pengguna jalan.

Menyikapi hal tersebut, Ditpolairud Polda Banten turut melakukan giat operasi ketupat kalimaya 2020 dengan melakukan pemeriksaan dan penjagaan di wilayah pelabuhan penyeberangan Merak dan melakukan patroli laut di wilayah perairan pelabuhan Merak, Sabtu (16/05/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar melalui Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Heri Sulistya mengatakan bahwa untuk itu pihaknya melakukan penebalan personil.

“Untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik, kami melakukan penebalan personil bantuan Satgasres Cilegon di pintu masuk guna penyekatan kendaraan pemudik yang mencoba masuk ke Pelabuhan Penyebrangan PT. ASDP Merak – Banten,” ucapnya.

Lanjutnya, “Anggota SAR Ditpolairud Polda Banten juga melaksanakan kegiatan monitoring serta pemantauan di sekitar Dermaga Pelabuhan Penyebrangan PT. ASDP Merak Banten, untuk mengantisipasi penyusupan pemudik diatas truck angkutan sembako”.

Tak hanya melakukan pemeriksaan, dengan menggunakan kapal Bko Mabes KP TAKA 3010, personil Ditpolairud juga melakukan patroli laut di perairan pelabuhan untuk mengantisipasi adanya moring (ojek laut) yang menurunkan penumpang di dalam pelabuhan dan memerintahkan untuk meninggalkan pelabuhan.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Kalimaya 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif.

Operasi ini sebagai upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan tidak mudik dan pemberlakuan PSBB guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Operasi Ketupat Kalimaya di tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena lebih awal dilaksanakan dan lebih spesifik berdasarkan sasaran operasi di tengah kondisi Pandemi Covid-19,” jelas Edy Sumardi. (HMS/VAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − five =