Paramitha Messayu PKS : Data Korban Covid -19 Kota Tangsel MENGKAWATIRKAN !

Oase I news.com – Kota Tangerang Selatan- Berdasarkan data pada tanggal 2 April 2020 Pukul 20.20 Wib yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang Selatan, terdapat 363 orang ODP (Orang Dalam Pemantauan), 150 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 40 orang terbukti Positif penderita Covid 19 serta 20 orang meninggal dan 6 orang sembuh.
Dari data tersebut, menurut Paramitha Messayu anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari fraksi PKS yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, hal tersebut begitu menarik baginya untuk di bedah.
“Mari kita lakukan komparasi khusus untuk jumlah data pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Tangsel dan Nasional. Di Kota Tangsel ada peningkatan 20 orang meninggal dan secara Nasional ada 170 orang meninggal. Secara persentase ada hampir 12% Kota Tangsel menjadi penyumbang data orang meninggal korban Covid 19.
Hal ini begitu sangat menyedihkan, sangat miris dan sangat mengkhwatirkan, karena luas wilayah Kota Tangsel yang tidak begitu besar dan jumlah penduduknya yang padat. Kepadatan penduduk Kota Tangsel saat ini 11.000 orang/Km2,” terang Paramitha Messayu.
Melihat data dari Gugus Tugas Kota Tangerang Selatan terkait dengan penyebaran virus Corona atau Covid-19 tersebut yang sangat memprihatinkan, politisi cantik PKS Kota Tangerang Selatan tersebut menyampaikan beberapa hal yang diajukan untuk segera dilakukan percepatan guna mengatasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Tangerang Selatan, antara lain :
1. Transparansi data dan perbaikan alur komunikasi data korban Covid-19. Apa yang terjadi saat ini begitu MEMPRIHATINKAN dan data bergerak amat LAMBAT dan Mekanisme KONFIRMASI DATA ke PUSAT TERLALU PROSEDURAL. Butuh intervensi tingkat kota untuk bisa melakukan perhitungan data cepat. Pendataan menjadi poin strategis untuk mengetahui strategi pencegahan dan penanganan selanjutnya.
2. Inovasi pendataan Covid-19, dengan memasukan variabel data pemulasaran jenazah warga KotaTangsel. Hal ini diperlukan, untuk mengantisipasi penumpukan permintaan anlisis Dwab Test dan keterbatasan jumlah Rapid Yest. Tidak sedikit jumlah korban meninggal sebelum terkonfirmasi positif karena hasil Test belum keluar.
3. Inovasi intervensi kebijakan tingkat kota dengan melibatkan banyak ilmuan dan pihak yang kompeten. Poin pentingnya adalah menekan korban Covid-19 adalah menguasai data, mempelajari model grafik data penyebaran, melakukan inovasi strategis, dan melakukan kebijakan secara tansparan, cepat, dan tuntas.
4. Memberikan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat betapa pentingnya tertib dan disiplin terhadap protokol tahapan selama masa wabah ini berlangsung.
5. Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara konsisten dan terukur untuk wilayah Kota Tangerang Selatan.
6. Memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan primer masyarakat Kota Tangsel. Melakukan Inovasi penjualan dan distribusi secara online untuk membatasi perkumpulan warga. Stay Safety, Stay Healthy and Stay Home.(Simon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + fourteen =