Proyek Jalan Lapen di Desa Bojong Menteng Kabupaten Lebak Patut Dipertanyakan Spesifikasinya

Lebak – Oase INews.com – Sangat sungguh disayangkan, proyek pembangunan jalan Lapen di Kampung Cibengkung Lewi Awi, Desa bojong Menteng Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak disoal. Sebab, proyek yang bersumber dari Dana yang tidak jelas karena tidak terdapat papan informasi.

Pekerjaan yang diduga anggaran tahun 2018 dengan volume 2 x 800 meter tersebut diperkirakan memakan anggaran cukup besar.

“Pekerjaan proyek jalan Lapen di Kampung Pasir Lewi Awi, Kampung Pasir Gintung, dan jalan ke SMP 4 saya lihat asal-asalan. Dari pekerjaan tiga titik salah satunya menggunakan batu dan aspal yang diduga dikurangi kwalitasnya, bahkan badan jalan yang seharusnya digali terlebih dahulu oleh pelaksana malah hanya ditimpah dengan batu tersebut,” ujar salah satu tokoh masyarakat Imanudin kepada wartawan.

“Banyak warga berjatuhan dikarenakan jalan baru dua bulan dibangun sudah hancur, bahkan saya sudah menegur pelaksana proyek jalan namun mereka tidak mengindahkan kata-kata saya. Setelah pekerjaan beres karena saya melihat ada kelebihan aspal, saya meminta aspal jangan dibawa karna ketika jalan berlubang lagi mau saya perbaiki,” lanjut Imanudin, Rabu (17/10).

Dengan penggunaan kualitas batu dan aspal hanya di pinggir jalan saja, lanjut Imanudin, tidak sampai ketengah serta pemasangannya yang dilakukan seperti itu, maka dikhawatirkan usia pembangunan jalan tidak akan berlangsung lama. “Jangankan dilalui kendaraan, tergerus air akan berlubang kembali, karena pola pemasangan dan kualitas batu dan aspal seperti itu dipastikan jalan akan mudah hancur kembali,” ucapnya.

“Usia jalan tidak bakalan lama kalau pengerjaannya seperti itu. Saya harap tim pengawas turun kelapangan mengecek pengerjaan jalan tersebut, karena patut diduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi Kepala desa (Kades) Bojong Menteng, H. Yamin di ruang kerjanya membantah jika pembangunan jalan tersebut bukan dikerjakan oleh Desa tapi dikerjakan oleh rekana atau CV. “Saya tidak tahu karena tim pelaksana proyek tidak ada kordinasi ke pihak desa,’ tegasnya.

Lanjut H Yamin, batu yang digunakan sudah sesuai tapi pengaspalannya yang tidak sesuai belum lama ini warga saya terguling di motor akibat terpeleset menginjak batu yang sudah berhamburan di jalan dan belum dilakukan perbaikan lagi.

(aan*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + six =