Sanggar Pamanahrasa isi Acara BPJ Ketenagakerjaan Banten

Tangerang, Oase INews.com – Seni tari adalah suatu bentuk karya seni yang meliputi gerakan ritmis seorang penari yang mengikuti alunan musik yang mengiringinya.

Tujuan seni tari sangat beragam, bisa sebagai bagian dari upacara keagamaan, atau menjadi saranan hiburan pada pertunjukan seni.

Seni tari pun merupakan hasil karya yang mengandung nilai filosofis dari setiap gerakan tubuh sang penari sebab memiliki perpaduan antara unsur raga, irama, dan rasa.

Dalam seni tari, tarian dapat pula menceritakan kisah atau sejarah tertentu, yang mengundang decak kagum dan bahkan perasaan tersentuh bagi siapa saja yang melihatnya.

Bicara seni tari tentunya, selain peran para pelatih dan para penari, juga tidak terlepas dari keberadaan sanggar. Sabab sanggar merupakan tempat atau sarana yang digunakaan oleh suatu komunitas atau perkumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan.

Adalah Sanggar Pamanahrasa yang beralamat di Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Yang berdiri sejak pertengahan tahun 2000 dan sampai saat ini eksistensinya masih nampak, bahkan cendrung berkembang.

Membawakan berbagai macam tarian, mulai dari. Tarian tradisional daerah, adat, modern, bahkan sampai tarian seni kreasi. Sanggar Pamanahrasa yang dipimpin oleh 3 orang, yakni. Dadan Johari, Eceng Jatnika dan Rini Aprilia sudah tidak asing lagi khusus di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Salah satu penari sanggar tersebut, Novi Yanti mengutarakan. Bahwa pertama kali dirinya bergabung untuk menekuni dunia tari semenjak 2009, saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Sampai sekarang, saya kuliah sudah semester akhir dan saya masih saja menekuni seni tari-tarian,” ujar Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan seni itu, Jumat (30/11/18) malam seusai mengisi acara BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten yang bertajuk “Gathering Platinum Perusahan 2018” di Hotel JHS Solitaire Gading Serpong.

Masih menurutnya, tarian yang dibawakan sanggar Pamanarasa saat pentas sering kali tari-tari kreasi, seperti rampak bedug Al-Asri yang merupakan tarian khas Banten.

“Tergantung rampak bedugnya, kalau pakai pola bedug 4 berarti penarinya ada 8 orang terdiri dari 4 orang putri dan 4 orang putra, begitu seterusnya tergatung rampak bedug yang dimainkan,” ucap dara cantik asal Kabupaten Pandeglang yang murah senyum itu kepada wartawan.

Sementara, Nadira wanita berhijab teman sesama penari yang juga dari sanggar Pamanahrasa, menambahkan. Bahwa sanggar tempat mereka berlatih selama ini merupakan sanggar satu-satunya yang ada di wilayah mereka.

“Ya, sanggar pamanahrasa cuma satu-satunya sanggar yang ada ditempat kami,” ungkap Nadira yang didampingi Dian dan Novi Yanti. (Kosasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =