أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Rabb kami adalah Allah, tidak ada Rabb bagi kami kecuali Allah,” mereka istikamah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka para Malaikat turun kepada mereka saat mereka menghadapi ajal dengan mengatakan, “Jangan takut kepada kematian dan kejadian sesudahnya, jangan bersedih atas dunia yang kalian tinggalkan, berbahagialah dengan Surga yang dijanjikan kepada kalian di dunia karena iman dan amal saleh kalian.
Karawang,Oase I News.com – Ustadz Ahmad fauzi Al Garuti ( Ust Ahmad ) Imam Masjid Jami’ Nurbayan, mengingatkan kita semua kaum muslimin agar senantiasa Istiqomah dalam m laksanakan perintah dan menjauhi larangan Alloh SWT, untk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh Azza Wajalla.
Hal tersebut dikatakan saat menyampaikan pesan wasiat taqwa kepada kaum muslimin Rahimakumulloh, jama’ah Masjid Jami’ Nurbayan, Jomin Timur, Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Jum’at ( 04 Sya’ban 1447 H / 23 01 2026 ).
Pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta dorongan untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Poin utama ditekankan pada istiqomah ( konsistensi ) dalam ibadah dan perbuatan baik, meskipun kecil, sebagai jalan meraih kemuliaan di sisi Allah.
Khatib juga mengingatkan agar jamaah tidak bosan beribadah dan berbuat baik, bahkan di tengah ujian menghadapi musibah dan cobaan.
Jamaah diingatkan untuk terus berikhtiar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya secara berkesinambungan.
Khotib mengajak kepada kaum muslimin untuk Selalu Istiqomah dalam beribadah memakmurkan masjid ( Rumah Alloh), sebagaimana Masjid Jami” Nurbayan yang peresmianya sejak Hari Ahad 15 Jumadil Awal 1446 H / 17 November 2024 ), oleh Buya H Ujang Rizal, tokoh pendiri Masjid Jami’ Nurbayan, sebagai bukti cinta dan pengabdian yang terhadap seorang Ibunda Hj Siti Nurbayah ( Almarhumah, (]1340 -1446 H / 1917 – 2024 )
Keutamaan Istiqomah dalam Ibadah
Ditekankan bahwa amal ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara konsisten, meskipun sedikit.
Khatib menjelaskan bahwa istiqomah masih jarang dilakukan dan menjadi “PR” bagi semua, namun Allah sangat memperhatikan hamba yang konsisten dalam kebaikan dan menjanjikan kedudukan mulia bagi mereka.
Sabda Rasulullah SAW bahwa ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”. (Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim, Lihat Shahiihul jaami’ no. 163).
Hadits ini mengindikasikan bahwa, seorang hamba itu harus memiliki amalan dihadapan Allah SWT walaupun sedikit.
Al-Qur’an sering menyinggung pentingnya menjadi hamba yang istiqomah, tidak Bosan Beribadah dan Berbuat Baik
Jamaah diajak untuk tidak pernah bosan beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama, sekalipun merasa amal yang dilakukan masih sedikit atau belum maksimal.
Khatib menegaskan agar jangan berhenti menjadi orang baik, kebaikan kepada sesama manusia dan dalam hubungan dengan Allah tidak boleh terputus, bahkan di tengah cobaan harus tetap diupayakan.
Istiqomah sebagai Jalan Penyempurna Iman dan Masuk Surga.
Istiqomah dijelaskan sebagai salah satu jalan untuk menyempurnakan iman dan mendapatkan kabar gembira berupa surga dari malaikat bagi hamba yang teguh.
Khatib menyebut bahwa orang yang istiqomah disambut malaikat dengan ketenangan, tanpa rasa takut dan sedih, serta diberi kabar gembira dengan surga yang dijanjikan Allah; istiqomah juga dikaitkan dengan kesempurnaan iman.
Sebagaimana Firman Alloh SWT dalam Al Qur’an Surat ke 41, Al Fushilat ayat 30 :
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Rabb kami adalah Allah, tidak ada Rabb bagi kami kecuali Allah,” mereka istikamah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka para Malaikat turun kepada mereka saat mereka menghadapi ajal dengan mengatakan, “Jangan takut kepada kematian dan kejadian sesudahnya, jangan bersedih atas dunia yang kalian tinggalkan, berbahagialah dengan Surga yang dijanjikan kepada kalian di dunia karena iman dan amal saleh kalian.
Ajakan Kolektif untuk Rutin Menjalankan Perintah Allah
Khatib mengajak jamaah untuk bersama-sama rutin menjalankan perintah Allah dengan niat yang baik agar dimudahkan untuk tetap istiqomah.
Di akhir khotbah, disampaikan ajakan untuk terus konsisten dalam menjalankan perintah Allah dengan niat yang baik dan harapan agar Allah memberi pertolongan serta petunjuk untuk menjadi hamba yang istiqomah.( S R Y )
