بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي
Khotib Menginginkan diri al-fakir pribadi dan seluruh jamaah untuk selalu meningkatkan keimanan sertta ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Sesuai dengan syabda Nabi Muhammad SAW, :
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Imran, Surat yang ketiga ayat 102
Sungguh takwa adalah benteng terakhir kita di tengah kehidupan akhir jaman saat ini dan sesungguhanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan di akhirat.
Ma’asyirah muslimin rahimahullah, Pernahkah kita berhenti sejenak, berpikir, dan bertanya kepada diri kita sendiri. Dimanakah posisi umat Islam hari ini di hadapan dunia?
Ketika adzan berkumandang dan shaf salat dirapatkan,di belahan bumi lain.darah kaum muslimin justru tertumpah tanpa pembelaan.
Tangisan anak-anak Gaza di Palestina, derita kaum muslimin yang tertindas di Sudan, Kianjian, dan India seakan bergema namun sering berlalu tanpa jawaban dan pertolongan yang nyata.
Muslim yang memiliki kepakaan hati nurani dan ketajaman akal tentu bertanya,
Mengapa penderitaan umat muslim seakan tak berujung, padahal umat Islam berjumlah lebih dari 2 miliar jiwa dianugerahi oleh Alla SWT kekayaan alam yang melimpah posisi geografis strategis serta potensi kekuatan besar jika disatukan.
Dengan semua karuninya itu seharusnya umat Islam mampu menjadi kekuatan penentu dunia
Namun realitasnya, umat justru hidup lemah, terpecah, dan terus menjadi korban dominasi kekuatan imperialis barat.
Penderitaan ini berawal sejak hilafah Islam, Pelindung umat Islam dihancurkan pada akhir bulan Rajab tahun 1342 Hijriyah atau bertepatan dengan bulan Maret 1924 Miladiah.
Ketika hilafah masih berdiri Islam dan kaum muslimin terlindungi. Bahkan, peneluk agama lain akan dibawah naunganya.
Permulaanya memelalui intervensi Inggris dan kebijakan Mustafa Kemal Attaruq Laknatullooh Alaih, yang mengakibatkan persatuan politik umat dan memicu fragmentasi menjadi lebih dari 50 negara bangsa yang kelak saling bermusuhan.
Ketiadaan Hilafah membuka jalan bagi negara-negara imperialis barat untuk menjarah kekayaan dunia Islam.
Membuat mayoritas muslim tetap miskin di negeri-negeri kaya seperti Afrika, Libya, bahkan Indonesia.
Perlawanan umat dibalas dengan agresi militer kolonial yang berlanjut dengan perang atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme.
Yang menelan jutaan korban muslim di Afrika, Indonesia, Irak, Afghanistan dan Libya.
Ma’syirotul Muslimin Rahimakhumullooh, setelah runtuhnya hilafah, umat Islam tidak hanya kehilangan pelindung, tetapi juga dipimpin oleh figur – figur yang justru menjadi sumber bencana baru.
Kekuasaan di banyak negeri muslim jatuh ke tangan para penguasa rakus, kurang imam dan tunduk pada kekuatan asing.
Fenomena ini bukanlah hal baru karena Rasulullah s.a.w. telah memperingatkannya jauh hari sebagai salah satu tanda kerusakan besar dalam kehidupan umat manusia.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya dari hadis riwayat ibnu MajjahMajjah : akan tiba pada manusia tahun-tahun untuk kebohongan saat itu pembohong dianggap jujur dan orang jujur dianggap pembohong.
penghianat diberikan amanah sementara orang-orang amanah dianggap pembhianat ketika itu Ruwaybidoh berbicara, sohabat bertanya apakah Ruwaybidoh itu ?
Rasulullah SAW Nabi menjawab
Ruwaybidoh adalah orang bodoh yang . mengurusi urusan umat muslim atau urusan orang mu’min.
Sifat Ruwaybidoh ini tampak pada para penguasa yang mengaku tunduk pada hukum Alloh SWT dan Rasulullah SAW. Lalu menjadikan negara-negara imperialis sebagai sekutu dan penasihat padahal mereka biang kerusakan iman.
Kegiatan mereka terlihat jelas dalam kasus Palestina, normalisasi dengan negara zionis yahudi, menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan, bahkan tetap membuka jalur ogistik saat Genosida Gaza berlangsung.
Semua itu merupakan peningkaran nyata terhadap Firman Allah SWT. Surat Al Anfal Ayat 27. :
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي
Sementara para penguasa memilih diam layaknya mayat di dalam kubur dengan dalih itu adalah urusan mereka.
Allah SWT menggambarkan sikap ini dengan tggas dalam Al-Quran Surat Al Kahfi ayat : 5
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي
Setelah lebih dari satu abad, umat Islam hidup tanpa perrisai.Semakin terang bahwa akar penderitaan umat hari ini bukanlah semata lemahnya jumlah atau sumber daya alam, melainkan ketiadaan kepemimpinan yang melindungi dan menyatukan mereka.
Selama kurang lebih 105 tahun, darah dan air mata kaum muslimin tertumpah tanpa adanya pembelaan sejati. Sementara penguasa dan lembaga internasional terbukti gagal menggunakan perlindungan yang nyata.
Nabi Muhammad SAW Bersabda ;
“Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah perisai, (orang-orang) berperang di belakangnya dan berlindung dengannya (dari musuh). Jika ia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka ia mendapatkan pahala. Namun, jika ia memerintahkan yang lain, maka ia akan mendapatkan dosa.” ( HR. Bukhari dan Muslim )
Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ
“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“.
(HR. Imam Ahmad, 4/235, Bukhori dalam Tarikh Shoghir, hal. 139, Thobroni dalam Al Kabir 1/119/2, Hakim 4/4/422, Ibnu Asakir 16/223 dan lainnya.
iBukanlah dengan zièn Allah SWT, kalian mampu membebaskan Palestina Gaza dan seluruh kaum muslimin slimin yang dirampas, jika masih ada ragum, maka pertanyaannya adalah : Firman Alloh SWT Al Qur’an Surat Muhammad Ayat : 7
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

