Monitoring ketinggian air di Ciledug Indah (19/11/25)
Setelah hujan lebat tadi malam, sebagian besar ketinggian muka air sungai dan saluran air berstatus merah atau awas, baik di wilayah barat maupun wilayah timur bahkan sejumlah titik sudah melimpah seperti di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, Puri Kartika Ciledug, dan sebagainya,” sambung Taufik, Jumat (20/2/26).
Kota Tangerang, Oase I News.com – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Tangerang Aktivasi Semua Unit Pompa Air di Lokasi Terdampak Banjir
Pemkot) Tangerang terus bergerak cepat mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah yang diakibatkan hujan lebat sejak tadi malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menuturkan, Pemkot Tangerang telah menerjunkan petugas gabungan termasuk Tim Operasional dan Pemeliharaan dan Tim Sumber Daya Air ke sejumlah lokasi terdampak banjir yang disebabkan oleh luapan sungai seperti di Regency Jembatan Alamanda Periuk (Kali Ledug), Taman Cibodas Periuk (Kali Sabi), dan Perumahan Puri Kartika Baru Ciledug (Kali Wetan).
“Kami langsung bergerak cepat setelah mendapatkan informasi adanya limpasan air sungai dan saluran yang menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Siang ini, petugas lapangan sudah dikerahkan untuk melakukan penanganan sementara sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan secara berkala,” ujar Taufik, Jumat (20/2/26).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan semua unit rumah pompa di wilayah tersebut telah diaktivasi sejak tadi malam.
Berdasarkan pemantauan sementara di lapangan, Pemkot Tangerang memprediksi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah dapat surut dalam waktu dekat bila tidak ada hujan susulan sampai sore atau malam hari nanti.
”Sejauh ini tidak ditemukan adanya turap yang jebol atau bocor. Jadi penanganan di lapangan difokuskan untuk mengaktivasi rumah pompa air yang di sekitar lokasi terdampak, ada puluhan pompa yang beroperasi, sekaligus disiagakan pompa portable untuk penanganan darurat bila dibutuhkan,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengimbau kepada semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memantau perkembangan ketinggian muka air sungai terdekat untuk meningkatkan kesiapan mitigasi di lingkungan masing-masing.
Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan ketinggian muka air di sejumlah titik sungai dan saluran untuk mengantisipasi banjir di Kota Tangerang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menuturkan, Pemkot Tangerang memberikan peringatan dini terkait ketinggian muka air sungai dan saluran air di sejumlah wilayah Kota Tangerang yang berstatus ”merah” atau ”awas.”
”Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada semua masyarakat untuk bersiaga menghadapi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi,” jelasnya.
“Setelah hujan lebat tadi malam, sebagian besar ketinggian muka air sungai dan saluran air berstatus merah atau awas, baik di wilayah barat maupun wilayah timur bahkan sejumlah titik sudah melimpah seperti di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, Puri Kartika Ciledug, dan sebagainya,” sambung Taufik, Jumat (20/2/26).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang akan terus melakukan pemantauan berkala sebagai langkah cepat memperkuat mitigasi banjir di tengah curah hujan tinggi yang akan melanda wilayah Kota Tangerang sampai beberapa hari mendatang.
”Kami berharap ketinggian muka air sungai dan saluran air ini berangsur surut seiring dengan berhentinya hujan sejak pagi ini. Namun, kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi meningkatkan aksi mitigasi banjir dengan melakukan pemantauan melalui aplikasi Si Pantau secara berkala,” tambahnya.
Berikut ini adalah data dari Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) yang dikelola Dinas PUPR Kota Tangerang secara real time per pagi ini (09.00 WIB), di antaranya:
1. Sungai Cirarab-Sarakan berstatus siaga (1,64 meter)
2. Situ Bulakan berstatus awas (2,21 meter)
3. Kali Ledug Periuk berstatus awas (2,97 meter)
4. Saluran Pembuangan Mutiara Pluit Periuk berstatus normal (1,6 meter)
5. Kali Ledug Alamanda berstatus awas (3,8 meter)
6. Sungai Cirarab-Telesonik berstatus awas (2,97 meter)
7. Kali Sabi-Pondok Arum berstatus normal (3,38 meter)
8. Saluran Pembuangan Sumur Pacing-Galeong berstatus awas (1,44 meter)
9. Kali Sabi-Taman Cibodas berstatus awas (3,21 meter)
10. Saluran Pembuangan Cikoneng-Magnolia berstatus normal (0,96 meter)
11. Saluran Pembuangan Nusa Indah Karawaci berstatus normal (1,31 meter)
12. Saluran Pembuangan Cicayur-Panunggangan Barat berstatus normal (0,97 meter)
13. Kali Sabi-Uwung Jaya berstatus siaga (2,36 meter)
14. Benda berstatus siaga (0,96 meter)
15. Kali Angke-Jembatan Polor (meluap)
16. Kali Angke-PGP berstatus awas (3,54 meter)
17. Cantiga-DDN berstatus siaga (2,91 meter)
18. Cantiga-Karang Tengah berstatus awas (2,46 meter)
19. Kali Wetan-Puri Kartika berstatus awas (2,07 meter)
20. Ciputat Pintu 3 berstatus awas (2,89 meter)
21. Serua-Tajur bestatus awas (2,15 meter)
22. Cipulir Estate berstatus awas (1,57 meter)
23. Kali Angke-Duren Villa berstatus awas (4,44 meter)
24. Kali Angke-Mutiara Serpong berstatus awas (3,28 meter). ( S R Y )

