Dua Wilayah di Kabupaten Tangerang Dilanda Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai menyalurkan bantuan air bersih ke dua wilayah yang terdampak kekeringan memasuki musim kemarau. Dua wilayah tersebut yakni Kecamatan Cikupa dan Tigaraksa.

Tangerang, Oase I News.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai menyalurkan bantuan air bersih ke dua wilayah yang terdampak kekeringan memasuki musim kemarau. Dua wilayah tersebut yakni Kecamatan Cikupa dan Tigaraksa.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, laporan mengenai kebutuhan air bersih di dua wilayah tersebut telah diterima pemerintah daerah dalam beberapa hari terakhir.“Beberapa hari ke belakang ini kita juga sudah mengirimkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan air bersih melalui PDAM,” ujar Maesyal Rasyid usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, untuk wilayah Cikupa, Pemkab Tangerang telah menyalurkan air bersih melalui Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR). Sementara di Tigaraksa, pemerintah telah menyiapkan tandon sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.“Saya baru dapat laporan kemarin waktu saya datang ke Tigaraksa, sama dengan Cikupa. Di Cikupa sudah dikirimkan melalui PDAM, yang di Tigaraksa sudah dibangunkan tandon di sana,” katanya.

Maesyal menyebut, saat ini baru dua wilayah tersebut yang teridentifikasi mengalami kesulitan air bersih. Namun, Pemkab Tangerang tetap melakukan pendataan melalui para camat untuk memetakan wilayah lain yang berpotensi terdampak kekeringan.“Baru dua daerah. Nanti sebelum laporan juga kita mendata melalui camat-camat, supaya yang membutuhkan pelayanan air bersih dapat diketahui. Jadi kita lebih awal responsnya,” jelasnya.

Menurut Maesyal, penyaluran air bersih menjadi langkah cepat pemerintah untuk membantu warga menghadapi dampak musim kemarau. Sementara untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang menyiapkan pembangunan sumber air di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Tangerang akan mendorong pembangunan sumber air melalui pengeboran serta penyediaan tandon untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemkab Tangerang memastikan pemantauan terhadap kondisi kekeringan akan terus dilakukan. Ia juga meminta jajaran kecamatan aktif melaporkan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. “Jadi kita lebih awal responsnya,” kata Maesyal.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud menuturkan, pihaknya akan terus memperhatikan masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau. “Kita akan terus bantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Pondok Kelor Muhasan Edo mengungkapkan, dampak kemarau tahun ini belum dirasakan warganya. Namun, wilayah yang paling rawan dan terdampak parah berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya meliputi RT 02 RW 03 dan RT 01 RW 01. “Kekeringan lahan sawah dan krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari semuanya terdampak,” ujar Sekdes saat diwawancarai, Senin (20/7).

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Desa Pondok Kelor telah menyiapkan langkah mitigasi jangka pendek. Pihak desa akan fokus mengajukan bantuan armada mobil tangki air bersih untuk disalurkan ke posko atau titik kumpul penampungan yang sudah ditentukan di setiap wilayah RT. Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah desa telah membangun Sarana Air Bersih (SAB).

Terkait jaringan air bersih dari PDAM, pihak desa mengaku belum memiliki kerja sama berkelanjutan. Namun, jika kebutuhan mendesak, desa akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar diteruskan ke pihak PDAM.Bagi warga yang mengalami darurat kelangkaan air bersih, Pemerintah Desa Pondok Kelor mengimbau untuk segera melapor secara berjenjang. Warga dapat melapor ke ketua RT setempat, yang kemudian akan diteruskan ke kantor desa dan pihak kecamatan untuk penanganan cepat dari instansi terkait.
( Irzal )