Berpotensi Bahayakan Keselamatan Siswa, Kepsek TK Negeri Pertiwi Kosambi Tegur Pekerja Proyek RKB 

Pembangunan RKB TK Negeri Pertiwi Kosambi

Kab. Tangeranng, OASEiNews – Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah TK Negeri Pertiwi Kosambi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menuai sorotan setelah ditemukan dugaan minimnya pengawasan serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilokasi pengerjaan.

Pada papan informasi proyek, tertera pembangunan RKB tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp311.355.000.00 Proyek dikerjakan oleh CV. Pancar Jaya dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Dari pantauan dilokasi, menunjukkan sejumlah aspek keselamatan kerja diduga belum diterapkan secara optimal. Beberapa temuan diantaranya pekerja melakukan pengerjaan begisting untuk pengecoran dari bahan kayu, triplek dan paku dilokasi yang biasa dilewati siswa tanpa diberi rambu.

Kemudian, banyaknya material yang menumpuk seperti besi dan kayu yang di simpan tanpa menggunakan garis kuning yang bertanda tidak boleh dilalui oleh pejalan kaki.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi dapat membahayakan keselamatan bagi siswa dan orang tua, guru, maupun para pekerja yang masih beraktifitas di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah (Kepsek) TK Negeri Pertiwi Kosambi Ida Farida mengatakan, pengerjaan RKB TK Negeri Pertiwi Kosambi sudah berjalan hampir dua pekan. Menurutnya, dari pihak pelaksana kegiatan maupun mandor jarang berada dilokasi.

“Pekerjaannya sudah berjalan dari tanggal 19 Agustus. Pelaksana sama mandornya gak pernah ketemu. Saya hanya bisa berkomunikasi dengan pekerja saja,” kata kepsek TK Negeri Pertiwi Kosambi, Ida Farida saat ditemui wartawan, Selasa (1/9/2026).

Menanggapi situasi dan kondisi dilokasi pekerjaan yang dapat membahayakan keselamatan siswa, kepsek TK Negeri Pertiwi Kosambi langsung menegur para pekerja dan segera menghimbau kepada orang tua siswa agar lebih berhati-hati jika melewati lokasi proyek.

“Pekerjanya sudah kami tegur, kemudian orang tua siswa kedepan akan kami beri himbauan untuk berhati-hati melewati proyek pembangunan,” pungkasnya. (red/van)