Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).
Tangerang, Oase I News.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ekonomi bukan sekadar wacana akademik, melainkan tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika global saat ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk berperan aktif dalam karya nyata dan kolaborasinya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi menghadapi tantangan global
“Ketahanan pangan dan perekonomian di era tantangan global tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara akademik tapi juga harus mampu memberikan solusi dan karya nyatanya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi mulai saat ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan lintas sektor secara menyeluruh, berkelanjutan dan berdampak, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan peran petani dan nelayan.
“Ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing,” jelasnya
Lanjut dia, mahasiswa mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang tangguh dan berakhlak. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, serta keberanian dalam merumuskan solusi atas persoalan umat dan bangsa.
“Mahasiswa bukan sekadar penonton, tetapi harus menjadi pelaku sejarah. Training Raya Nasional HMI ini merupakan ruang kaderisasi penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, berakhlak dan berdaya saing,” imbuhnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader HMI mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang aplikatif serta mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keIndonesiaan dalam setiap bentuk pengabdian.
( Irzal )

