Bupati Tangerang Resmikan Greenhouse dan Panen Perdana Melon di Desa Sodong

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus melaksanakan panen perdana budidaya melon hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat di Eduwisata Agribisnis Desa Sodong Kec. Tigaraksa, Rabu (7/1/26).

Tangerang, Oase I News.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus melaksanakan panen perdana budidaya melon hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat di Eduwisata Agribisnis Desa Sodong Kec. Tigaraksa, Rabu (7/1/26).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat melalui program TJSL, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya atas pemanfaatan lahan negara yang dikelola oleh Pemerintah Desa bersama BPD dan BUMDes untuk kegiatan pertanian produktif. Menurutnya, lahan yang sebelumnya tidur, tidak termanfaatkan, kini mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian yang bernilai ekonomi.

“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Pak Lurah Sodong dalam rangka peresmian Greenhouse sekaligus panen melon. Ternyata bukan hanya melon, tetapi juga ada cabai, jagung, dan timun. Ini luar biasa karena lahan negara bisa dimanfaatkan secara produktif untuk ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, dari hasil panen perdana melon, tercatat sekitar 500 buah melon dengan estimasi berat rata-rata 1 kilogram pe buah. Dengan harga jual sekitar Rp25.000 perkilogram, potensi pendapatan mencapai Rp12,5 juta, belum termasuk hasil panen komoditas lainnya seperti cabai, timun, dan jagung.

“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa bercocok tanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.

Lanjut dia, program kolaborasi tersebut nantinya akan dijadikan percontohan dan direplikasi di desa-desa lain. Setiap desa didorong untuk bisa mengelola lahan sekitar 2 hektar untuk ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Ini akan menjadi model percontohan. Desa-desa lain, baik di Kecamatan Tigaraksa maupun di kecamatan lainnya, akan diarahkan melakukan hal serupa. Dinas Pertanian nanti juga akan memetakan desa-desa yang perlu disupport, baik dalam bentuk bantuan bibit, pupuk, maupun pendampingan,” imbuhnya.

Pihaknya punmengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sodong, BUMDes, BPD, Camat Tigaraksa, serta PT PLN (Persero) yang telah memberikan dukungan melalui program CSR dalam pengembangan ketahanan pangan desa tersebut.

“Terima kasih kepeda Pak Kades, Camat Tigaraksa, BUMDes, BPD dan PLN dengam TJSL-nya yang telah membantu. Semoga maju, sukses dan semoga ini menjadi ladang ibadah dan juga menjadi jembatan untuk mendapatkan kepastian pendapatan,” pungkasnya

Program ketahanan pangan di Desa Sodong ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari desa.( Irzal )