
Kab. Tangerang, OASEiNews – Pemerintah Desa (Pemdes) Rawa Burung kembali selenggarakan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-3 tingkat Desa Rawa Burung. Kegiatan STQ dilaksanakan di Lapangan Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kapala Desa Rawa Burung Ahmad Damhuri bersama Camat Kosambi Asmawi, maka kegiatan STQ ke-3 tingkat Desa Rawa Burung resmi dibuka.
Kepala Desa (Kades) Rawa Burung Ahmad Damhuri menyampaikan, Pemdes Rawa Burung bersama panitia berupaya menampilkan atau menyelenggarakan yang terbaik STQ ke-3 tingkat Desa Rawa Burung.
“Esensi dari perlombaan perlombaan ini bisa mencetak serta mengetahui para santri dan santriwati yang ada di Desa Rawa Burung,” kata Kades Rawa Burung, Ahmad Damhuri dalam sambutannya, Minggu (31/8/2025).
Kegiatan STQ ke-3 tingkat Desa Rawa Burung diharapkan dapat mencetak serta mengetahui para santri dan santriwati yang memiliki bakat dalam perlombaan yang selanjutnya akan dikawal ke tingkat kecamatan bahkan sampai tingkat kabupaten.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami merasa bangga khususnya kepada para santri dan santriwati yang ada di Desa Rawa Burung. Terlihat ribuan warga sangat antusias mengikuti pawai ta’aruf sebelum kegiatan STQ dimulai,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Kosambi Asmawi bersama ketua LPTQ Kecamatan Kosambi telah berkomitmen akan memprioritaskan warga Kecamatan Kosambi untuk tampil di MTQ tingkat Kabupaten Tangerang dari hasil seleksi dari tingkat kecamatan.
“Karena setiap peserta yang akan dikirim ke tingkat kabupaten itu, merupakan para juara-juara dari tingkat desa dan kelurahan. Kemudian, peserta dikumpulkan dan diseleksi oleh tingkat kecamatan,” jelas Camat Kosambi Asmawi.
Untuk tampil ditingkat kabupaten, Kata Asmawi, bukan hanya menjadi juara ditingkat kecamatan saja. Akan tetapi yang terpenting penilaian MTQ itu bukan dari cabang yang diperlombakan. Namun, banyak hal lain yang jadi pertimbangan, salah satunya dari penampilan dan mempunyai mental juara.
“Jadi yang di tingkat kabupaten itu, harus punya mental juara. Ya, kalau misalkan baru datang saja sudah gerogi itu lain. Karena, pada saat dipanggil menuju ke mimbar saja sudah di nilai oleh panitia,” ujarnya. (red/van)