Ust Abah Iwan Muhammad Ridwan : Berjihad dan Berdakwahlah Dengan Ikhlas Pasti Alloh SWT Akan Memberikan Pertolongan dan Kemenangan

Ust Abah Iwan Muhammad Ridwan : Berjihad dan Berdakwahlah Dengan Ikhlas Pasti Alloh SWT, Akan Memberikan Pertolongan dan Kemenangan
 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Karawang, Oase I News.com – Ustadz Abah Iwan Muhammad Ridwan  ( Ust Abah Iwan) mengawali Khutbahnya di Masjid Jami’ Nurbayan, Jomin Timur, Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jum’at ( 11 Sya’ban 1447 H / 30/01/2026 ).
Setelah memanjatkan pujian dan syukur Kepada Alloh SWT atas berbagai-bagai nikmat, sholawat dan salam kepafa Nabi Muhammad SAW,
Dengan membacakan Al Qur’an ayat ke 7 Surat Muhammad  :
 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu

Khotib Menginginkan diri al-fakir pribadi dan seluruh jamaah untuk selalu meningkatkan  keimanan sertta ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Sesuai dengan syabda Nabi Muhammad SAW,  :

تَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا،
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَس
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi no. 1987, Ahmad, dan lainnya, dinilai Hasan).

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Imran, Surat yang ketiga ayat 102

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۝١٠٢ 
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. 

Sungguh takwa adalah benteng terakhir kita di tengah kehidupan akhir jaman saat ini dan sesungguhanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan di akhirat.

Ma’asyirah muslimin rahimahullah, Pernahkah kita berhenti sejenak, berpikir, dan bertanya kepada diri kita sendiri. Dimanakah posisi umat Islam hari ini di hadapan dunia?

Ketika adzan berkumandang dan shaf salat dirapatkan,di belahan bumi lain.darah kaum muslimin justru tertumpah tanpa pembelaan.

Tangisan anak-anak Gaza di Palestina, derita kaum muslimin yang tertindas di Sudan, Kianjian, dan India seakan bergema namun sering berlalu tanpa jawaban dan pertolongan yang nyata.

Muslim yang memiliki kepakaan hati nurani dan ketajaman akal tentu bertanya,

Mengapa penderitaan umat muslim seakan tak berujung,  padahal umat Islam berjumlah lebih dari 2 miliar jiwa dianugerahi oleh Alla SWT kekayaan alam yang melimpah posisi geografis strategis serta potensi kekuatan besar jika disatukan.

Dengan semua karuninya itu seharusnya umat Islam mampu menjadi kekuatan penentu dunia

Namun realitasnya, umat justru hidup lemah, terpecah, dan terus menjadi korban dominasi kekuatan imperialis barat.

Penderitaan  ini berawal sejak  hilafah Islam, Pelindung umat Islam dihancurkan pada akhir bulan Rajab tahun 1342 Hijriyah atau bertepatan dengan bulan Maret 1924  Miladiah.

Ketika hilafah masih berdiri  Islam dan kaum muslimin terlindungi. Bahkan, peneluk agama lain akan dibawah naunganya.

Permulaanya memelalui intervensi Inggris dan kebijakan Mustafa Kemal Attaruq Laknatullooh Alaih,  yang mengakibatkan persatuan politik umat dan memicu fragmentasi menjadi lebih dari 50 negara bangsa yang kelak saling bermusuhan.

Ketiadaan Hilafah membuka jalan bagi negara-negara imperialis barat untuk menjarah kekayaan dunia Islam.

Membuat mayoritas muslim tetap miskin di negeri-negeri kaya seperti Afrika, Libya, bahkan Indonesia.

Perlawanan  umat dibalas dengan agresi militer kolonial yang berlanjut dengan perang atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme.

Yang menelan jutaan korban muslim di Afrika, Indonesia, Irak, Afghanistan dan Libya.

Ma’syirotul Muslimin Rahimakhumullooh,  setelah runtuhnya hilafah, umat Islam tidak hanya kehilangan pelindung, tetapi juga dipimpin oleh figur – figur yang justru menjadi sumber bencana baru.

Kekuasaan di banyak negeri muslim jatuh ke tangan para penguasa rakus, kurang imam dan tunduk pada kekuatan asing.

Fenomena ini bukanlah hal baru karena Rasulullah s.a.w. telah memperingatkannya jauh hari sebagai salah satu tanda kerusakan besar dalam kehidupan umat manusia.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya dari hadis riwayat ibnu MajjahMajjah :  akan tiba pada manusia tahun-tahun untuk kebohongan saat itu pembohong dianggap jujur dan orang jujur dianggap pembohong.

penghianat diberikan amanah sementara orang-orang amanah dianggap pembhianat ketika itu Ruwaybidoh berbicara, sohabat bertanya apakah Ruwaybidoh itu ?

Rasulullah SAW Nabi menjawab

Ruwaybidoh adalah orang bodoh yang . mengurusi urusan umat muslim atau urusan orang mu’min.

Sifat Ruwaybidoh  ini tampak pada para penguasa yang mengaku  tunduk  pada hukum Alloh SWT dan Rasulullah SAW. Lalu menjadikan negara-negara imperialis sebagai sekutu dan penasihat padahal mereka biang kerusakan iman.

Kegiatan mereka terlihat jelas dalam kasus Palestina, normalisasi dengan negara zionis yahudi, menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan, bahkan tetap membuka jalur ogistik saat Genosida Gaza berlangsung.

Semua itu merupakan peningkaran nyata terhadap Firman Allah SWT. Surat Al Anfal Ayat 27. :

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

یٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.
Para Penguasa Ruwaybidoh ini diantaranya Saudia Arabia, Mesir dan Uni Emirat Arab, terlibat atau membiarkan pengkhianatan di berbagai negara muslim.
Mendukung skema Amerika Serikat untuk  genosida Gaza dan melucuti perlawanan membantu pepercahan di Sudan dan diantaranya  membiarkan tanah-tanah Islam dirampas Kashmir di India, Chechnya dan wilayah muslim Asia Tengah dikuasai. 
Rohingnya di Mianmar  dan muslim Turkistan Timur ditindas secara brutal oleh China

Sementara para penguasa  memilih diam layaknya mayat di dalam kubur dengan dalih itu adalah urusan mereka.

Allah SWT menggambarkan sikap ini dengan tggas dalam Al-Quran Surat Al Kahfi ayat : 5

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ۝٥
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

Setelah lebih dari satu abad, umat Islam hidup tanpa perrisai.Semakin terang bahwa akar penderitaan umat hari ini bukanlah semata lemahnya jumlah atau sumber daya alam, melainkan ketiadaan  kepemimpinan yang melindungi dan menyatukan mereka.

Selama kurang lebih 105 tahun, darah dan air mata kaum muslimin tertumpah tanpa adanya pembelaan  sejati. Sementara penguasa dan lembaga internasional terbukti gagal menggunakan perlindungan yang nyata.

Nabi Muhammad SAW Bersabda ;

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah perisai, (orang-orang) berperang di belakangnya dan berlindung dengannya (dari musuh). Jika ia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka ia mendapatkan pahala. Namun, jika ia memerintahkan yang lain, maka ia akan mendapatkan dosa.” ( HR. Bukhari dan Muslim )
Tanpa perisai kini tanpa hilafah islamiyat umat muslim menjadi sasaran kezaliman, seruan ini ditujukkan khusus untuk segenap kaum muslimin :kalian adalah anak-anak generasi penerus ummat  Rosulullooh SAW, pewaris Muhajirin dan Anshor,  serta generasi khulafaurrosyiddiin,  kalian adalah penerus generasi Al Murtasid, Al murtasim billaah yang mengerahkan pasukan demi kehormatan  seorang muslimah.
Salahudin A l AyubiAyubi,  Pembebas Masjidil A l Aqsha,  Muhammad Al Fatih yang dipuji oleh Rosulullooh SAW,.

Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“.
(HR. Imam Ahmad, 4/235, Bukhori dalam Tarikh Shoghir, hal. 139, Thobroni dalam Al Kabir 1/119/2, Hakim 4/4/422, Ibnu Asakir 16/223 dan lainnya.

iBukanlah dengan zièn Allah SWT, kalian mampu membebaskan  Palestina Gaza dan seluruh kaum muslimin slimin yang dirampas, jika masih ada ragum, maka pertanyaannya adalah : Firman Alloh SWT Al Qur’an Surat Muhammad Ayat : 7

 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِي

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
( S R Y ).