Dalam menyambut Ramadan, Rasulullah SAW telah menuntun umatnya untuk meluaskan dan melapangkan hati dengan satu doa, yang terdapat dalam hadist At-Tirmidzi nomor 3254 yang berbunyi sebagai berikut :
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman dan dengan penuh kekuatan iman. Sehat dan selamat, dan dengan kekuatan Islam. Lakukan ini karena Tuhanku, dan Tuhanmu juga.in
Dalam Hadits At Tirmidzi nomor 3.451. Berikut adalah doanya.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman dan dengan penuh kekuatan iman. Sehat dan selamat, dan dengan kekuatan Islam. Lakukan ini karena Tuhanku, dan Tuhanmu juga.
Dalam Hadits At Tirmidzi nomor : 3451. Berikut adalah doanya.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
Tiada sikap seorang hamba yang membawa seseorang hingga selamat sampai ke dalam surga Kecuali sikap Taqwa kepada Allah SWT yang selalu mengiringi sisa hidupnya dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun.
Ikhwan, tanpa terasa waktu terus berjalan, detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun terus mendorong hidup kita dan pasti suatu saat kita akan diakhiri oleh waktu hidup kita terus didorong oleh waktu dan akan diakhiri oleh waktu.
Alhamdulillah, sadar atau tidak bahwa kita sekarang hidup Alloh ijinkan kita sudah berada di gerbang bulan mulia sahrur Ramadhan.
menjadi gerbangnya Ramadhan siapa yang dibulan Sya’ban ini sudah melakukan persiapan persiapan untuk menjadikan dirinya agung untuk menjadikan dirinya mulia ketika bulan mulia itu datang maka di bulan Sya’ban ini merupakan bulan pemupuk menyirami dan di bulan Ramadhan kita akan dipanen dengan kebiasaan kita di bulan Sya’ban yang singkat ini.
Ahli iman itu dia sungguh-sungguh mujahadah ketika menyambut sesuatu yang mulia, yang agung, yang datang dari Allah SWT.
Jangankan bentuknya bulan. Agar tamu yang datang ke rumah dia, ahli iman itu siap-siapnya luar biasa.
Kenapa? Karena kan dalam syariat Islam memberikan ajaran. Menyambut dan memuliakan tamu. Ini Fadilahnya luar biasa.
Nah kita yang sadar. Bahwa dari 12 bulan. Ada yang disebut rajanya bulan. Yaitu syahrur Ramadan.
Bulan Ramadan. Kalau orang beriman. Dia selalu bersiap-siap untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Lalu apa saja persiapan Ramadan?
Kita jadikan minimal satu untuk doa persiapan, karena demi Allah semua kita tidak ada yang tahu walau sebentar lagi Ramadhan kita tidak ada yang tahu apakah kita masih ada atau tidak nanti kalaupun kita masih ada kita semua tidak tahu apakah keadaan kita nanti masuk Ramadhan seperti saat ini sehat wal afiat, atau kita dalam keadaan selamat atau tidak.
Kita semua tidak ada yang tau, tidak ada jaminan, Baginda Nabi Muhammad, SAW mengajarkan :
“الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ”
(Ad-du’a-u silahul mukmin, wa ‘imaduddin, wa nurus samawati wal ardh),
” Do’a itu senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit serta bumi “
Bagi Orang beriman mau berdo’a apa saja kepada Alloh SWT, niscaya akan dikabulkan, dalam kitab Lathaiful Ma’arif yang ditulis oleh Syekh Ibn Rajab Al-Hambali, ternyata Nabi dnn para sahabat menjelang akhir Ramadhan ketika masuk di bulan Syawat maka mereka menangis tiap malam selama enam bulan berdoa Allahumma Robbanaa Tqobbal Minnaa Amaalinaa Fii syahrur Ramadhan.
Mereka nangis minta amal yang di bulan Ramadan diterima. Kenapa? Karena mereka tahu harga Ramadan. Harga amal sekecil apapun di bulan Ramadan. Makanya para sahabat tidak mau kalau amalnya tak ada satu yang ditolak. Menangis 6 bulan. Kemudian setelah 6 bulan lagi sebelum Ramadan datang. Mereka ubah doanya. Setiap malam.
Mereka berdo’a : Ya Allah sampaikan umurku di bulan Ramadan. Sampaikan umurku di bulan Ramadan. 6 bulan. Bagaimana dengan kita? Kita lemah. Kita tidak kenal dengan persis siapa. Yang kedua iman kita lemah.
banyak diantara kita yang cuek masa bodoh dengan Allah, bahkan Alhamdulillah ada orang yang ngaku muslim tapi menganggap Ramadan tak ubahnya seperti bulan biasa, Baginda Rasululloh SAW, dan para ulama mengajarkan minimal 3 bulan sebelum Ramadan datang kita sudah minta berdoa
Dengan doa yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW dengan kalimat :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Nanti coba searching kalau doa yang tadi ulama hadits berbeda-beda ada ulama hadits yang mengatakan Hadits ini lemah.
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman dan dengan penuh kekuatan iman. Sehat dan selamat, dan dengan kekuatan Islam. Lakukan ini karena Tuhanku, dan Tuhanmu juga.
Dalam Hadits At Tirmidzi nomor : 3451. Berikut adalah doanya.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
Coba tanya.
Kemarin sahabat, tanggal 1 masih sehat, tidak? mereka jawab sambil nangis masih sehat, Ustaz, maka dari itu banyak doa minta supaya hidup diberi kesehatan yang sempurna untuk persiapkan yang pertama istidatun doa yang kedua aliman persiapan orang orang yang kedua adalah istidatun ilmu persiapan ilmu.
Sesudah kita berdoa untuk dipanjangkan umur, Kalau kita sudah panjang umur sampai Ramadan, apabila tidak ada ilmu maka dianggap Ramadan seperti biasa saja, maka pengetahuan ilmu yang pertama adalah ilmu mengenal Ramadan itu sendiri. Ada apa dengan Ramadan? Bagaimana dengan Ramadan? Siapa Ramadan?
Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (HR Ahmad).
Bulan lain itu berkah atau tidak bergantung kita kalau kita pergunakan untuk kebaikan maka bulan itu waktu itu menjadi berkah untuk kita tapi d bulan penuh berkah ini semua bulannya cuma kita mau atau tidak mengambil berkah itu
Allah buka pintu lagi tidak ada bulan semulia ini, dibuka pintu langit dihujani rahmat cuma kita mau mandi rahmat atau tidak, ? Pintu neraka ditutup,seyan – setan di belenggu, dan banyak lagi
Fadilah mengenal bulan suci Ramadhan. Kalau kita kenal siapa Ramadhan. Betapa agungnya. Betapa pentingnya. Betapa muliahnya. Untuk kebahagiaan kita dunia. Maka ahli iman kalau kenal. Dia akan sayang kepada Ramadhan. Nah karena sayang. Dia punya niat Sungguh-sungguh. Tidak sekedar. Tapi maksimal. Karena Ramadhan menentukan seumur hidup dia.
Setelah kedua persiapan ilmu Ramadan yang kedua adalah ilmu kaifiyah semua ibadah ada cara semua ibadah ada tata caranya gak bisa asal puasa gak bisa
Asal sekedar gugur kewajiban, tidak tahu mana yang membatalkan puasa. Mana yang makruh bahkan tidak tahu mana yang membatalkan pahala kuasa. Sehingga kata baginda Nabi Muhammad SAW, :
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
Bukan mereka tidak puasa, mereka puasa, tapi dengan puasanya tidak dapat apa-apa. Kenapa? Karena puasanya tidak pakai kaifiyah. Tidak pakai ilmu. Tidak itibar kepada Nabi. Tidak mengikuti Rasulullah SAW. Maka persiaan bagi kedua. Ayo, pelajari lagi. Buka lagi kaifiyah. Tentang puasa.
Yang ketiga, persiapan yang ketiga adalah istirahatul khariyah. Persiapkan kegembiraan. Sekarang, Ramadan telah datang, orang berima itu bahagia. Dia sambut dengan kegembiraan. Kenapa? Karena Ramadan bulan yang paling dahsyat.
Sebaliknya, Yang imannya sekedar untuk malu, sekedar tidak enak. Mereka sambut Ramadan dengan beban.
Dia berkata ke temennya, “yaa, udah puasa lagi” kenapa memang gitu bang? kok puasa kayaknya berat? kerja saya berat temen-temen pada puasa, saya bilang kalo gak puasa gak enak, lihat puasa dijadikan beban hidupnya ada yang mengatakan, “yaa, udah puasa lagi” kenapa memang bang? anak saya setelah puasa lebaran itu harus beli baju lebaran harus pulang kampung.
Romadhon jadi derita siapa mereka sebab dia menjemput Romadhon dengan kegelisahan dengan beban dan penderitaan maka orang semacam itu dia terawainya 1-2 hari selesai ini orang yang iman yang tak jujur sama Allah.
Makanya teman-teman kenapa kemuliaan Romadhon itu adanya di akhir, karena terfilter mana iman-iman ke pura-puraan iman-iman munafik iman-iman kepada manusia saja itu berhaburan keluar pada kandang satu roh Allah ada yang puasa 1,2,3 hari lepas itu udah ada yang terawih 1,2,3 hari lepas itu udah itu iman kemunafikan walaiya Allah tapi iman yang sesungguhnya sampai akhirat yuk kita sambut dengan berikutnya ya Allah jaman
Ma’syirol Mu’minin Rahimukumulloh,
Dengarkan dengan iman. Tidak ada ibadah yang terasa berat kalau dibangun atas dasar kegembiraan. Garis bawahi ini. Tidak ada kewajiban agama yang berat kalau kita bangun di atas kegembiraan.
Syahidina sa’bban,rodiallohu an adalah Sabban Nabi.
Selalu sholat subuh berjawaah di shaf pertama sebelah kanan Nabi. Coba, satu hari Rasulullah tengok Sayyidina Saban tidak kelihatan. Sholat subuh berjawaah. Rasulullah bertanya, tanya Rasulullah dimana? Saban, saban. Tidak tahu ya Rasulullah. Ada yang tahu rumahnya Sayyidina Saban dimana? Aku tahu caranya ya Rasulullah. Bagda subuh Rasulullah menengok Sayyidina Saban yang tidak kelihatan sholat subuh berjawaah.
https://youtube.com/shorts/TU46XxmITg8?si=V3KH5Km5EAWH9zi3
Rasulullah jalan dari Ba’da Subuh sampai di rumah Sayyidina Sablan menjelang waktu zuhur ya Ya Allah puluhan kilometer Sayyidina Sablan berjalan tapi ringan Rasulullah langsung bertanggung sampai jelang, baru sampai di rumah Sayyidina Sablan diketuk pintunya disambung oleh istrinya Sayyidina Sablan wahai istri Sablan, dimana Sablan? kenapa anda selalu suhu? istrinya menjawab sambil berlilang ke mana? Sablan telah wafat tadi malam ya Rasulullah
Hai indah-indah wa’ijuul rasulullah akan bertanya adakah wasiat terakhir suamiku sambil sebelum wapad biar teriak dengan tiga teriakan yang aku nggak tahu apa maksudnya apa kaya kan Kenapa enggak lebih jauh kenapa enggak semuanya dua ketiga Kenapa enggak yang baru
Ternyata Sayyidina S.A.W setiap jalan sholat ke masjid itu beliau membawa bekal satu roti dan uang secukupnya Setiap di perjalanan setiap jalan ke masjid itu selalu mewotong rotinya di belah dua Sebelah buat pengemis sebelah buat dia dan uangnya pun dibagi dua separuh buat pengemis separuh buat dia
Kemudian yang kedua, Sayyidina Saba di dalam masjid selalu melapisi bajunya dengan rangkapan jubah. Setiap hari dia serahkan jubah yang luarnya yang terlihat kurang bagus, sementara yang bagusnya dia pindah sebagai kongkar. Maka teriakannya kata bagian dari Nabi, sebelum dia mati, ternyata kita nanti sebelum syakaratul ma’am, Allah akan tunjukkan hasil dari ibadah kita.
Allah tunjukkan perjalanan sahabat yang jauh dengan pahala yang luar biasa maka sahabat sebelum wafat berteriak, kenapa tidak lebih jauh, jarak rumahku ke masjid? tapi kenapa tidak semuanya rotinya, uangnya, dan kenapa tidak aku serahkan baju yang baru? jadi ya Allah, sekarang lagi, bambu dibahagiakan jangan Ramadan, jangan ada yang belum kesah siapa yang Ramadan jangan belum kesah pasti Ramadan sudah besar
Ibadahnya rusak. Karena dibangun di atas derita. Puasa itu bukan ibadah yang ringan. Subhanallah. Kita diharamkan dari sesuatu yang selama ini alat milik kita sendiri. Di Indonesia selama 14 jam. Maka kalau kita bangun di atas kegembirangan. InsyaAllah. Walaupun beri lampar haus. Kita akan bisa bersenyum. Karena kita bahagia. Dimulai berwakil. Bahkan ada hadis. Manfaria.
https://youtube.com/shorts/cLlaQbhY6ag?si=jNtownYQgXY6cKGJ
Siapa yang gembira menyambut bulan Ramadan, maka jasadnya diharamkan di neraka. Ini yang ketiga. Yang keempat, istilah dunia wali ibadah. Jangan lupa, bulan Ramadan adalah syahrul ibadah. Bulan ibadah. Kita itu krompetis. Berlomba siapa yang paling banyak ibadahnya.
dia akan menjadi lahan lalu entah takut. Maka, gak senang-senang ya. Gak bisa kita pengen banyak ibadah serta kecuali bikin program. Kita pengen ini dan seberapa tadi ya.
Nanti insya Allah DKN Masjid Nur Bayan Read on dan dibagikan Ini untuk membantu ya Allah Kalau ya Allah sudah buat program sendiri Dari bangun tidur sampai takdir dan kembali Mungkin bingung apa dulu yang harus dibuat Al-Fakir bantu Untuk menulisnya Dan 25 program amalan hari yang ini Bukan amalan ulama Tapi amalan kita Dan semuanya yang ada dalamnya Pengeterakan dalamnya dan muat
Ini semuanya sudah tadi Muhammad SAW. Nanti pegang musawarah bersama keluarga. Ini menjadi target sekijul keamanan kita di bulan suci Ramadan. Sehingga insya Allah bulan Ramadan ini kalau kita dikasih umur. Semoga menjadi bulan Ramadan yang terbaik sepanjang umur kita. Kalau kita mati, kita mati dalam keadaan takwa dan harus berdoa.
jadi bukan hanya sekedar urusan dunia kenapa kawan-kawan yang bekerja di sebuah perusahaan begitu dia masuk dia akan diberikan setuju program kerja supaya karyawan itu tidak akan kecibutan supaya mereka tahu, ah jam ini apa buat apa targetnya begitu juga dengan kerja sama Allah ya pak kita memahamkan bekerja sama Allah 24 jam dan gajinya bayarnya luar biasa
Kalau kita gak bikin program sepaunya, kita gak beda dengan hari biasa. Cuma bedanya cuma puasa sama tarawih saja. Kita bikin maksimal. Jadikan ini target. Selamat bulan syukur Allah.
Insya Allah baik itu saja istidlatul rahmatullah yang dapat disampaikan mudah-mudahan menjadi motivasi dan ilmu buat kita bersama semoga kita semuanya hadir di panjangkan umurnya sampai bulan suci rahmatullah dalam keadaan sempurna iman sempurna selamat sempurna ilmu sehat walafiat birohmatul karyat( S R Y)

