Anies Bersama Warga Condet Panen Buah Langka Betawi di Cagar Buah Condet

Oase Inews.com –Pemprov DKI menjadikan lahan penanaman buah Duku dan Salak Condet menjadi Cagar Buah Condet (CBC) sejak tahun 2007. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meninjau panen buah langka khas Betawi, Duku dan Salak Condet, turut serta memetik hasil panen buah Duku dan Salak Condet bersama warga. Buah langka khas Betawi di Cagar Buah Condet (CBC), Jalan Kayu Manis, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019).


Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut serta memetik buah Duku dan Salak Condet bersama warga. Turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI, Darjamuni dan Asisten Perekonomian, Sri Haryati

Menurut Anies, kegiatan panen Duku dan Salak Condet ini dalam rangka menjaga kearifan lokal serta pengembangan pertanian perkotaan dan pelestarian buah langka khas Betawi di Ibu Kota Jakarta.

Turut hadir dalam kegiatan panen Duku dan Salak Condet ini Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Darjamuni, dan Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Perekonomian Sri Haryati.

Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta bersama warga sekitar selama ini memelihara dan melestarikan buah-buahan tanaman hortikultura, seperti Duku dan Salak Condet ini, yang saat ini produksinya sangat terbatas atau langka, di Cagar Buah Condet yang juga dapat menjadi wahana pembelajaran dan ruang interaksi antar warga di Jakarta.


“Alhamdulillah tadi kita barusan panen Duku dan Salak Condet di tempat yang kita kenal sebagai cagar buah duku Condet. Pohon duku tadi itu diperkirakan usianya lebih dari 100 tahun dan begitu juga dengan salak. Ini sebuah wahana pembelajaran dan rekreasi, sekaligus sebuah wilayah cagar, lahannya sekitar 3 hektar. Jadi ini aset kita yang ingin kita lestarikan dan kembangkan. Saya berharap mudah-mudahan warga Jakarta lebih banyak memanfaatkan fasilitas tempat ini,” ujar Anies.

Di samping itu, Anies turut mengimbau Dinas KPKP DKI Jakarta agar terus melakukan bimbingan, pengawalan dan pendampingan oleh para penyuluh. Melalui tekad dan semangat yang tinggi dari para pemilik lahan, khususnya di kawasan Condet diharapkan dapat mempertahankan produksi buah Duku dan Salak Condet agar tetap lestari keberadaannya di kota Jakarta.


“Tempat-tempat hijau seperti ini adalah tempat-tempat yang harus kita rawat dan lestarikan serta memberikan suasana baru. Saya akan minta untuk rencana lama tentang pengembangan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata kita (akan) kembangkan; karena rencananya saudah ada,” terang Anies.

Ia menambahkan, agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas pohon Duku dan Salak Condet dengan pemeliharaan yang dilakukan menggunakan teknologi terkini. Dengan demikian keberhasilan produksi dapat dipertahankan sekaligus merangsang para pengelola atau pemilik lahan meningkatkan produktivitasnya.

Sementara, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP DKI Jakarta juga terus berkomitmen dan berupaya untuk mempertahankan lahan-lahan pertanian dalam rangka melestarikan kearifan lokal di Jakarta. Dengan kemajuan teknologi di sektor pertanian.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Darjamuni berharap, pengelolaan lahan produksi buah Duku dan Salak Condet dapat terus ditingkatkan dan dimungkinkan untuk dikembangkan dengan penerapan teknologi yang tepat guna.

“Untuk pengelolaan cagar buah Condet, sejak tahun 2007 kami beli dari warga. Ini kita jaga supaya bisa melestarikan, terutama dukuh dan salak condet. Untuk salak kita sudah mendapatkan keputusan Kementan, ini istilahnya pelepasan varietas, jadi ditanam di mana pun karena kita sudah punya cirinya itu adalah khas Condet, yang tidak ada di tempat lain, kalau duku sedang diproses di Kementan supaya ini tetap lestari semua,” jelas Darjamuni.

Kegiatan panen Duku dan Salak Condet ini dalam rangka menjaga kearifan lokal serta pengembangan pertanian perkotaan dan pelestarian buah langka khas Betawi di ibu kota Jakarta. (sugeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 3 =