Caci Maki Ulama yang Baru Mualaf 4 Tahun Terhadap Kiai Maruf Amin Di Medsos Berbuntut Panjang

Jakarta – Oase INews.com – Pernyataan salah seorang ulama yang mencaci maki cawapres Kiai Maruf Amin, Gubernur NTB Tuanku Guru Bajang (TGB) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbuntut panjang.

Banyak dari para pendukung masing masing tokoh mengecam pernyataan ulama tersebut.

Salah satunya kecaman datang dari mantan pengacara Habib Rizieq Shihab yaitu Kapitra Ampera .

“Ungkapan itu tak pantas disampaikan manusia, apalagi ulama,” tegas Kapitra Ampera di Jakarta, Sabtu (15/9/208).

Dia heran kenapa mulut seorang ulama bisa mengeluarkan caci maki bagi ulama lain.

“Ini ulama kok dicaci maki? Kurang ajar ini yang omong. Ulama apa preman?” kata Kapitra.

Kemudian Kapitra mempertanyakan apa ajaran seorang ulama yang ia maksudkan bisa mencaci maki sesama ulama dan tokoh bangsa yang juga sama beragama Islam.

“Ini ajaran mana? Tak ada di Alquran. Alquran itu mengajarkan hal-hal yang lemah lembut,” katanya dengan nada tegas.

“Ibu Mega itu Islam, kenapa dia mampu caci maki orang Islam? Kenapa Kiai Maruf dan TGB dicaci maki? Ini kesopanan sebagai manusia saja tak ada. Saya ragukan keulamaan ini orang,”katanya lagi.

Dia juga sudah menyelidiki mencari tau kalau ulama yang dimaksudkannya ternyata adalah seorang mualaf yang baru saja 4 tahun menganut Islam tapi sudah berlaku layaknya seorang ulama.

“Orang seperti ini yang sebenarnya merusak Islam,” tegas Kapitra.

Sebelumnya beredar sejumlah video Youtube dari kanal Cahaya Tauhid yang berisi caci maki terhadap kiai Maruf Amin, Tuan Guru Bajang dan Megawati Soekarnoputri.

Kata Kapitra Kiai Maruf disebut orang tua yang haus kekuasaan, TGB disebut sebagai Tuan Guru Bajingan.

Megawati didoakan cepat mati karena dituding telah merusak Islam juga.

Bahkan isinya juga mencaci bahwa tingkat intelgensia Megawati katanya di bawah rata-rata.

Video tersebut menjadi viral di medsos dan sudah ditonton lebih dari 86.000 kali, selama awal diunggah pada 11 September 2018  kemarin.

(slmt*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 7 =