Hendry Ch Bangun : Prabowo Jangan Tuding dan Hujat Jurnalis Karena Tidak Memberitakan Aksi Reuni 212

Jakarta – OaseINews.com – Pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto bahwa media massa di Indonesia telah memanipulasi demokrasi oleh jajaran Dewan Pers disebut sebagai “kesalahan besar” .

Capres no urut 2 tersebut menyampaikan pernyataan itu karena menganggap  karena media sudah tak berimbang dalam memberitakan aksi reuni 212 di Monas.

Menurut Hendry Ch Bangun Anggota Dewan Pers mengatakan Prabowo semestinya membaca dan mempelajari lagi undang-undang mengenai pers.

Keputusan media untuk tidak menjadikan reuni 212 sebagai berita utama menunjukkan independensi, sebab media jelas harus bebas dari tekanan, tidak boleh ada intervensi.

Ini terungkap ketika Hendry menjelaskan hal tersebut ketika dalam wawancara kepada stasiun BBC News Indonesia.

“Ketika menurunkan sebuah, media mempertimbangkan dengan baik visi dan misinya. Kalau dikatakan tidak independen, salah besar. Sebab kalau media menulis karena tekanan, justru tidak independen,” jelas Hendry Ch Bangun kepada stasiun BBC News Indonesia.

“Lagipula, setiap media punya agenda masing-masing,” jelasnya lagi.

Pernyataan kekesalannya prabowo terungkap pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional.

PARA JURNALIS DARI ORGANISASI PJI YANG BERKOMPETEN BERSAMA ANGGOTA DEWAN PERS

Dia menilai hal tersebut karena tidak semua media meliput dan menulis reuni 212 dihadiri “11 juta orang lebih”.

Menurut Prabowo aksi tersebut belum pernah terjadi selama ini, dan merupakan kejadian pertama manusia berkumpul tanpa dibiayai oleh siapa pun.

“Tiap hari ada kira-kira lima hingga delapan koran dateng ke tempat saya. Saya hanya mau lihat, bohong apa lagi nih? Bohong apa lagi nih? Bohong apa lagi yang mereka cetak? Dan puncaknya adalah kemarin hari Minggu. Mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan,” kata Prabowo.

Bahkan capres nomor urut 2 ini mengatakan para jurnalis sudah tidak berhak menyandang predikat sebagai pewarta lagi.

SIMULASI WAWANCARA PADA KEGIATAN UKW  ORGANISASI PJI DI SURABAYA

“Saya katakan, hai media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi,” sambungnya.

Dia bahkan mengatakan tidak akan mengakui para jurnalis yang meliputnya dan menyebut wartawan sebagai “antek yang ingin menghancurkan Indonesia”.

Lebih jauh lagi kepada para pengunjung yang datang, ia bahkan meminta mereka agar tak menghormati para jurnalis lagi.

Sikap Ketua Umum Gerindra sekaligus capres nomor urut 2 tersebut, menurut Hendry Ch Bangun yang anggota DEWAN PERS,  seharusnya disampaikan dengan baik, bukan dengan menuding dan menghujat.

Sebab dari pantauan Dewan Pers, sejumlah media nasional berada di jalur yang benar dalam meliput pemberitaan yang berkaitan dengan pilpres.

“Media itu kan sejatinya mengedepankan kepentingan publik, tidak partisan, dan itulah yang dilakukan sekarang. Kalau ada yang dianggap partisan, biar masyarakat yang menilai,” jelas Hendry.

“Sekarang bukan zamannya mengata-ngatai, lalu apa gunanya?” lanjut Hendry.

Hendry juga sangat yakin kalu masyarakat masih memercayai media massa di tengah kondisi maraknya berita bohong atau hoaks di media sosial.

Hal ini karena segala hoaks yang bertebaran di media sosial dikonfirmasi kebenarannya oleh para jurnalis.

Berita ini sudah tayang di viva.co,id

https://m.viva.co.id/amp/berita/nasional/1101242-dewan-pers-nilai-keliru-kalau-prabowo-sebut-media-tak-independen

( SlM)

Catatan Penulis : Wartawan itu pekerjaan mulia, walau pendapatan kami belum memadai, tapi tolong kami jangan di hina…Peace !!!

SALAM SEJAHTRA UNTUK PARA PEMBACA YANG BUDIMAN, Terimakasih .

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + eighteen =