Majelis Pers Nasional Berharap Tidak Saling Klaim Kemenangan Terlebih Dahulu Sebelum Keluar Keputusan KPU

Jawa Timur – Oase INews.com – Hiruk pikuk pasca quick acount 12 Lembaga Survey di Indonesia ahkirnya ditanggapi ricuh oleh kedua kubu yang saling bersaing untuk menjagokan Paslon nya masing masing.

Situasi ini sangat menghawatirkan bagi rakyat kebanyakan yang kurang berbekal pengetahuan politik tidak terlalu dalam.

Oleh karena itu PERS sebagai pilar ke 4 bernegara, merasa sudah waktunya untuk turut bicara untuk menghimbau supaya situasi keadaan dapat kembali kondusif dan tidak gaduh.

Salah satunya adalah himbauan yang keluar dari Ketua Umum Majelis Pers Nasional H. Umar Wirohadi, SH, MM.

” Saya yakin seyakin-yakinnya kalau Tuhan akan membuat keputusan yang seadil-adilnya bagi bangsa indonesia.
Siapapun boleh merencanakan, tapi hanya Tuhanlah yang menentukan. Jokowi dan Prabowo merupakan putra-putra terbaik bangsa ini.” Kata Umar

Ketua Umum Majelis Pers Nasional H. Umar Wirohadi, SH, MM.

Baginya Kalau dalam perhelatan akbar pilpres kemarin di takdirkan Jokowi yang menang, berarti Tuhan masih membutuhkan Jokowi untuk meneruskan perjuangannya bagi rakyat indonesia.

Tapi kalau Tuhan menentukan Prabowo yang menang berarti indonesia butuh orang yang tegas dan keras dalam memimpin bangsa ini.

Menurut Ketua Umum Pers Nasional ini, hanya Tuhanlah yang tau siapa yang akan memimpin negeri yang kita cintai ini, keputusan tuhan adalah keputusan terbaik untuk kepentingan bangsa ini.

“Kalau saya boleh menghimbau, ayo kita bersikap dewasa dalam berpolitik, tidak usah saling mengklaim menang dan saling menghujat…HENTIKAN.” Tegas Umar lagi dalam kiriman artikel Pers Release Resminya kepada Redaksi.

Dia berharap agar kedua kubu paslon untuk bersabar menunggu pengumuman resmi KPU tanggal 22 Mei 2019.

“Siapapun yang menang itu presiden kita.Siapapun yang menang itu putra terbaik bangsa Indonesia.” Kata Umar.

Majelis Pers Nasional mengajak kedua belah Kubu Paslon baik 01 dan 02 supaya sebelum pengumuman resmi dari KPU siapa pemenangnya, diharap saling menahan diri tidak saling deklarasi kemenangan yang dampaknya malah dapat memperkeruh suasana dalam berbangsa dan bernegara.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 9 =