Majlis Ta’lim Miftahussalam Dan Masyarakat Kelurahan Panunggangan Berat Gelar Pawai Obor


Tangerang, Oase INews.com – Di setiap pergantian tahun baru Hijriyah, tepatnya pada malam menjelang 1 Muharram. Warga masyarakat Kampung Panunggangan Barat, Kelurahan Penunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Terlihat sangat kompak dalam menggelar tradisi pawai obor guna memeriahkan pergantian malam tahun baru tersebut.

Setelah menunaikan sholat Isya, ratusan warga masyarakat dari beberapa Rt dan Rw nampak berkumpul di halaman Majlis Ta’lim Miftahussalam yang berdekatan pula dengan Masjid Al-Barokah, Kampung Panunggangan Barat. Untuk memulai pawai obor yang mengambil rute melintasi kampung demi kampung di Kelurahan itu.

Ketua penyelenggara pawai obor, Muhammad Sodri mengutarakan. Bahwasanya sejarah kebersamaan warga masyarakat dalam menjaga tradisi pawai obor itupun, berkat adanya inisiatif dari almarhum Kiai Sayuni yang merupakan Pendiri Majlis Ta’lim Miftahussalam Kelurahan Penunggangan Barat, untuk menyemangati dan menggerakkan warga setempat.

“Alhamdulillah di setiap malam menjelang pergantian tahun baru islam, hampir semua masyarakat kampung di kelurahan ini sekarang amat kompak dalam melaksanakan tradisi pawai obor, dan ini semua tidak terlepas dari gagasan kiai sayuni pendiri majlis ta’lim miftahussalam yang pada waktu itu menggerakan dan menyemangati warga masyarakat sini, agar terus melestarikan pawai obor.” ujarnya Senin, (10/9/18) malam.

Lebih lanjut, Sodri mengatakan. Selain pengurus dan santri Majlis Ta’lim Miftahussalam yang mempersiapkan obor-obor itu, masing-masing Rt dan Rw pun ikut mempersiapkan obor secara swadaya untuk meramaikannya.

“Ada sekitar 250 buah obor yang disediakan majlis ta’lim miftahussalam, selebihnya masyarakat yang ada di masing-masing rt dan rw membawa obor sendiri, untuk ikut meramaikan pawai,” ucap Muhammad Sodri.

Sementara, Sekretaris Kelurahan Penunggangan Barat Hardo Prayitno S.Sos. mengungkap. Bahwa tradisi pawai obor yang dilakukan oleh masyarakat, pada umum itu merupakan bagian dari tradisi masyarakat muslim di Indonesia, untuk menyambut setiap datangnya tahun baru islam (Hijriyah). Yang juga bisa di kategori salah satu ciri dari berbagai macam budaya yang ada di Nusantara.

“Pawai obor ini sebetulnya sejak dulu merupakan tradisi umat islam di indonesia, banyaknya umat islam yang berkumpul sekaligus bersilaturahmi, dan bersalawat kepada nabi muhammad s.a.w, saya rasa ini merupakan suatu warisan yang positif, dan harus di pahami ini juga merupakan ciri dari keberagaman yang ada di nusantara kita, jadi semua harus bisa saling menghormati,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Hardo Prayitno pun tidak lupa untuk mengapresiasi kekompakan warga masyarakatnya dalam mengabil bagian guna memeriahkan pergantian tahun baru islam yang masuk pada tahun 1440 Hijriyah.

“Ya, trus terang saya sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat sini, semoga kedepan terus dipertahankan.! dan saya pun mewakili jajaran pemerintahan mengucapkan selama tahun baru 1440 hijriyah, semoga warga masyarakat kelurahan panunggangan barat semakin mendapat kebaikan,” imbuh Hardo Prayitno.

Untuk diketahui, ada beberapa Kampung di luar Kampung Panunggangan Barat yang ikut serta dalam pawai obor tersebut, di antaranya. Kampung Sukasari, Kampung Sangereng, Kampung Gunung Sari, Kampung Kebon Kelapa (Candra), Kampung Asem, dan Kampung Dahung. Yang juga masih masuk wilayah Kelurahan Panunggangan Barat.

(Al-Qzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − three =