PJ Bupati Kabupaten Tangerang Harus Segera Bersikap, Soal Jarang Masuknya Kepala UPT Kebersihan 07

Tangerang, Oase INews.com – Terkait pemberitaan sebelumnya, tentang dugaan adanya ketidak beresan soal kinerja Naseli Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan wilayah 07 mencakup kawasan Kecamatan Pagedangan dan Kacamata Cisauk, Kabupaten Tangerang. Dari hasil monitoring awak media pada Jum’at, (27/7/18). Bahwa yang bersangkutan masih tidak berada dikantornya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Kantor UPT Kebersihan 07 yang berada di area Kecamatan Pagedangan itu, masih nampak terkunci dan dapat pastikan tidak ada aktivitas di dalamnya.

Sementara, para pegawai serta staf UPT tersebut. Terlihat murung dan seakan menghindari pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi.

Adapun, nomor telepon Naseli kepala UPT Keberhasihan 07 dan Drs. H. Syaifullah M.M., Kadis DLHK Kabupaten Tangerang yang hendak dikonfirmasi, juga hingga kini belum dapat diperoleh awak media.

Saat diminta tanggapannya lagi, seraya geram dengan persoalan ini. Ruhiyat anggota Intelijen Investigasi, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) sebelum dirinya berencana melayangkan surat somasi melalui lembaganya, mengatakan. Hendaknya yang bersangkutan (Naseli) bisa memberi penjelasan kenapa dirinya sering tidak masuk kantor.

“Kalau permasalahan ini sampai berlarut tanpa ada penjelasannya, ini akan menjadi pertanyaan besar ?. Dan saya khawatir ini juga akan menjatuhkan kredibilitas para penampuk kebijakan yang ada di pemerintahan kabupaten tangerang itu sendiri, yang notabenenya harus segera tegas mengambil sikap !, jangan sampai lembaga saya juga memberikan surat teguran terkait ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruhiyat juga menghimbau kepada PJ Bupati Kabupaten Tangerang, H. Komarudin sebagai jalur koordinasi tertinggi pemerintahan saat ini. Harus segera bersikap dan dapat menegur apabila ada bawahannya, yang kurang bertanggungjawab dalam pekerjaannya.

“Saya rasa ini juga yang harus mendapat perhatian dari pj bupati kabupaten tangerang selaku pimpinan tertinggi, agar menyikapi para bawahannya itu, sekaligus dapat mengarahkan sesuai kapasitas kerjanya,” tukasnya.

(Kosasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + six =