Pembangunan Drinese Lingkungan Di Gebang Raya, Periuk. Merusak Tembok Rumah Warga.

Kota Tangerang, Oase I News.com- Banjir merupakan kata yang sangat popular di Indonesia, khususnya pada musim hujan, mengingat hampir semua kota di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangerang, mengalami bencana banjir. Peristiwa ini hampir setiap tahun berulang, namun sampai saat ini belum terselesaikan bahkan cenderung makin meningkat, baik frekuensinya, luasannya, kedalamannya, maupun durasinya.

Jika dilihat, akar permasalahan banjir di perkotaan berawal dari pertambahan penduduk yang sangat cepat akibat urbanisasi (baik migrasi musiman maupun permanen). Pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai mengakibatkan pemanfaatan lahan perkotaan menjadi semrawut. Pemanfaatan lahan yang tidak tertib inilah yang menyebabkan persoalan drainase di perkotaan menjadi sangat kompleks. Hal ini barangkali juga disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dan tidak peduli terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kota.

Terkait masalah ini juga dialami bagi lingkungan diwilayah Kecamatan Periuk, khususnya Kelurahan Gebang Raya, tepatnya di lingkungan RW 04, dimana saat ini sedang ada pekerjaan drinese lingkungan yang dinilai sudah lama tidak berfungsi lagi, tetapi perbaikan drinese itu justru membawa bencana bagi warga, pasalnya ada salah satu rumah warga dilingkungan RW 04 pagar temboknya ambruk akibat tanah bawahnya jebol.
Yanie, ketua RW 04 terkait masalah ambruknya rumah warga, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR bidang Drinese Kota Tangerang, dimana akan ada pergantian atas tembok yang ambruk tersebut oleh pihak instansi terkait, dan ini sudah diketahui oleh pemilik rumahnya.
” kami sudah koordimasi dengan pihak instansi Dinas PUPR Bidang Drinese dan juga dengan warga yang rumahnya terkena dampak perbaikan lingkungan drinese, mudah mudahan bisa secepatnya  dapat ganti rugi,” tutur Ketua RW.
Lanjutnya, bahwa perbaikan drinese lingkungan ini sudah pantas dilakukan bagi wilayahnya, mengingat sudah sangat lama wilayahnya tidak mendapat perhatian masalah lingkungan.
Sementara awak media ketika Audensi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bidang Drinese Kota Tangerang, terkait masalah ini tidak berada ditempat, sehingga sama sekali tidak mendapat informasi terkait masalah ambruknya rumah warga, akibat pekerjaan perbaikan lingkungan drinese.
” maaf pak, pak Kabid sedang keluar, nanti aja yah datang lagi kemari, ” ucap staf kepada awak media. Senin (16/09/2019)

Permasalahan lain yang dihadapi dalam pembangunan drainse adalah lemahnya koordinasi dan sinkronisasi dengan komponen infrastruktur yang lain. Sehingga sering dijumpai tiang listrik di tengah saluran drainase dan pipa air bersih (PDAM) memotong saluran pada penampang basahnya. Sering juga dihadapi penggalian saluran drainase dengan tak sengaja merusak prasarana yang telah lebih dulu tertanam dalam tanah karena tidak adanya informasi yang akurat, arsip/dokumen tidak ada, atau perencanaan dan pematokan di lapangan tidak melibatkan instansi pengendali tata ruang. (Fatah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − fourteen =