Ahmad Yazid : Pemuda Jangan Hanya Jadi Stackholder Pemerintah, Harus Turut Serta Pula Dalam Pembangunan

Ahmad Yazid, tokoh muda dan calon Bupati Banyuwangi.

JAKARTA, OASE I NEWS.COM – Terkait pembangunan wilayah DKI Jakarta, Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menggelar dialog publik yang mengusung tema “Peran serta Pemuda Dalam Mengisi Pembangunan”, bertempat di Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta Pusat. Sabtu (28/12).

Sebelum dialog dimulai, acara dibuka dengan sambutan dari Suhanda selaku sekretaris FPPJ, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang hadir hingga terlaksananya acara dialog publik ini. Kemudian disusul sambutan dari Ketua FPPJ Endriansyah.

“Kita selaku Pemuda generasi bangsa sudah sepatutnya untuk perduli kepada wilayah DKI Jakarta, yang bisa menyorot dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial,” ujar Endriansyah dalam sambutannya.

Dialog publik ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya adalah Amir Hamzah (Pengamat), Tafiqurahman (politisi muda), Ahmad Yazid (tokoh muda sekaligus calon bupati Banyuwangi), dan Dicky K Kusuma (politisi muda dari partai PAN).

“Proses pembangunan hendaknya dimulai dari hal yang paling normatif. Kalau kita berkaca kepada Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Disitu jelas disebutkan bahwa sebenarnya siapapun berhak terlibat dalam hal dan proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan juga evaluasi serta kritisisasi terhadap proses penggunaan anggaran minimal Dana APBD di masing-masing Kelurahan,” tutur Taufiqurahman.

“Pemuda adalah aset berharga, tidak hanya di DKI Jakarta tapi sudah skala nasional. Kalau pemuda di suatu negara atau daerah sudah bobrok, hancur, rusak maka tinggal menunggu waktu negara atau daerah itu hancur, dan bobrok karena regenerasi atau estafet untuk pemerintahan, dan ekonomi jika tidak ada pengkaderan, maka siapa yang menggantikan,” ujar Ahmad Yazid kepada para awak media.

Yazid juga mengatakan bahwa peran pemuda tidak cukup hanya sebagai stackholder, juga berperan sebagai  dalam pembangunan.

“Sebab, pemuda adalah aset yang sangat berharga, maka pemuda harus bisa menjadi pemilik sekaligus pemangku tanggung jawab dari keberlangsungan pembangunan di negeri ini. Pemuda harus digembleng memiliki mental baja, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan, maupun hambatan,” terangnya.

Terkait pencalonannya sebagai bupati Banyuwangi, Yazid mengatakan akan memberikan sumbangsih yang terbaik untuk masyarakat Banyuwangi. Selain itu, dia berjanji akan memimpin dengan adil, makmur, dan bermartabat.

“Jika pemerintah itu sudah adil, maka harusnya tercipta kemakmuran. Adil, dan makmur. Yang terakhir, bermartabat. Jadi jangan amoral. Jika pemimpin bermartabat harusnya dia tidak mudah disuap, dan korupsi,” ungkapnya.

Untuk mencapai visi dan misinya itu, Yazid mengaku sementara ini telah mendapat dukungan dari koalisi partai politik seperti Gerindra (4 kursi), PKS (2 kursi), dan PPP (4 kursi).

“Jadi sudah melebihi 20 persen sebagai persyaratan pendaftaran sebagai calon bupati,” tandasnya.

Begitu pula dengan pendapat Dicky K Kusuma, politisi dari partai PAN, ia mengapresiasi ucapan Tafiqurahman dan Ahmad Yazid tentan peran serta Pemuda dalam pembagunan ini.

“Peran serta Pemuda memang benar-benar penting dalam pembangunan dan pemerhati sistem kerja pemerintah,” tutup Dicky.

(Put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 1 =