Apresiasi Edriana Atas Langkah Sigap Anies Baswedan Terkait Ledakan di Kawasan Monas

Edriana, SH.MA – Politisi Partai Getindra sekaligus Pemerhati Perempuan dan Sosial Politik asal Sumbar.

JAKARTA, Oase I News.com – Situasi keamanan secara umum dikawasan Monas pasca ledakan yang menelan korban dua anggota Garnisun pada hari ini masih terlihat kondusif.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengintruksikan kepada jajarannya, khususnya kepada pihak Pengelola Monas untuk menyisir kawasan.

“Kepala UPT Monas langsung saya panggil dan intruksikan untuk melakukan penyisiran dikawasan Monas dan pastikan tidak ada lagi bahan peledak ataupun benda yang mencurigakan, jika ada maka segera laporkan ke pihak kepolisian,” kata Anies saat dikonfirmasi awak media di Gedung DPR-RI Jakarta. Rabu (04/19).

Terpisah, salah satu politisi dari Partai Gerindra sekaligus pemerhati perempuan dan sosial-politik Edriana, SH.MA asal Sumatera Barat (Sumbar) ini mengapresiasi atas langkah sigap yang diambil oleh Gubernur Anies Baswedan terkait pasca ledakan di Monas.

“Jakarta adalah Pusat Pemerintahan dan Pusat Politik-Ekonomi, sudah selayaknya benar-benar dijaga ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sesuai dengan slogan Anies Baswedan saat didampingi Sandiaga Uno (wakilnya) saat itu yang berbunyi ‘Maju kotanya, Bahagia Warganya..’ Begitu juga setelah Sandi tidak mendampinginya dalam tugas di pemerintahan ini, Anies tetap menggunakan slogan tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp oleh awak media ini.

Edriana berharap kepada para elit politik agar tidak keluarkan pernyataan yang nantinya justru akan mengganggu suasana damai di Kota Jakarta.

“Ambil hikmahnya saja dari kejadian ini,” ucapnya.

Diakhir keterangannya, Edriana brtpesan untuk saudara-saudara di daerah khususnya Sumatera Barat agar tetap menjaga ketenangan dan persatuan.

“Jangan keluarkan pernyataan yang tidak elok terkait kejadian-kejadian yang ada, yang nantinya bisa menimbulkan perpecahan. Karena orang Minang sangat memegang teguh nilai luhur, adat dan keagamaan untuk hidup rukun dalam keragaman,” tutupnya.

(Put).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 4 =