Livi Reeves : Berbagi Kebaikan Tak Perlu Tunggu Waktu Lama & Tidak Harus MEWAH Asal PANTAS

LIVI REEVES, pegiat Sosial.

JAKARTA, Oase I News.com – Berbagi kebahagiaan adalah satu hal yang paling indah, termasuk berbagi kepada orang-orang kurang mampu, anak jalanan, Ojol dan juga Pemulung. Mereka sama seperti kita, sama-sama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Akan ada kepuasan tersendiri jika bisa berbagi dengan mereka, terlebih jika disertai rasa ikhlas, insyaallah akan membawa berkah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh sosok wanita cantik keturunan Jawa-Betawi ini sebut saja Livi. Pada Jumat berkah ini melakukan kegiatan sosial berbagi nasi kotak kepada orang-orang kurang mampu seperti anak jalanan dan pemulung dikawasan komplek Bintaro, Tangerang Selatan. Jumat (28/08).

Kegiatan Sosial Bagikan Nasi Kotak di Kawasan Komplek Bintaro, Tangerang Selatan. Jumat (28/08).

“Berbagi itu tidak harus menunggu kita kaya raya dengan harta berlimpah atau menunggu setelah kita ngetop atau terkenal, berbagi bisa kapanpun dan dimanapun, karena berbagi itu tidak harus WAH atau MEWAH. Yang terpenting adalah Pantas atau tidak apa yang akan kita bagikan, sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dengan menyisihkan sedikit rejeki kita dan meluangkan waktu untuk ulurkan tangan kepada mereka yang kurang mampu, seperti berbagi makanan untuk anak jalanan dan pemulung, hingga membuat mereka tersenyum bahagia ketika menerimanya, merupakan hal yang paling indah dalam kehidupan, karena bisa berbagi kepada sesama,” ujar Livi Reeves, sosok wanita berparas cantik yang satu ini.

Livi Reeves (46) adalah sosok perempuan keturunan Jawa-Betawi, dan anak pertama dari dua bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia dan juga adiknya, ia menjadi tulang punggung keluarga. Bekerja keras demi membahagiakan ibu tercinta. Sejak kecil dia diajarkan untuk selalu berbagi kepada sesama terutama untuk orang-orang yang kurang mampu, “Dengan cara menyisihkan sedikit rejeki untuk membantu orang, disertai dengan keikhlasan niscaya akan membawa kebaikan”, begitu pesan mendiang neneknya.

Kegiatan Sosial Yang dilakukan Livi Reeves saat di Kuwait dan Bangladesh.

Sepanjang sejarah perjalanan hidupnya, ibu dari 4 orang anak ini telah mengenyam banyak pengalaman dan prestasi. Di masa remajanya dia pernah bekerja sebagai distributor Cosmetic selama 2 tahun, lalu menjadi penjual ticket di loket kurang lebih 2 tahunan, dan dia juga pernah berkerja di restaurants selama 5 tahun, sampai akhirnya dia menemukan pasangan hidupnya yakni ayah dari keempat anaknya. Sang Suami asal Canada berdomisili di America (Amrik) yang berprofesi sebagai Geologist di Perusahaan minyak Chevron America itu bertugas sesuai penempatan tugas dari Perusahaan, sehingga untuk tempat tinggal pada masa itu selalu berpindah-pindah karena tugas. Dia bersama sang suami pernah tinggal di Kuwait dan juga Bangladesh. Meskipun di negeri orang, rasa sosial yang diajarkan sejak kecil kecil itu tidak pernah hilang darinya, disana dia bergaul dengan ibu-ibu asal Indonesia, mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman mulai dari kegiatan mengaji hingga masak-memasak, sesekali mengadakan Charity atau Bazar produk dalam negeri (buatan Indonesia), mulai dari produk Pengrajin hingga Kuliner, juga bekerjasama dengan rekan-rekannya bergotong-royong menggelar kegiatan sosial disana.

Sebagian kecil Perjalanan Karir dan Prestasi Livi Reeves.

Salah satu karir dan prestasinya adalah saat dia menjadi Model di sebuah tabloid ternama (NOVA edisi 1353/XXVI, terbitan 27 Januari – 2 Februari 2014) dan di salah satu surat kabar di Sumatera pada masa itu. Dia juga pernah mengisi sebuah acara Kuliner di salah satu stasiun TV, yang penayangannya setiap hari Minggu, pada waktu itu (± 5-7 tahun yg lalu)

Berhubung anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa, Ibu dari empat orang anak ini memilih untuk menetap di satu tempat, tepatnya dibilangan Bintaro, Tangerang Selatan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik mengurusi anak-anaknya, namun tak menghilangkan rasa sosialnya yang sudah mendarah daging itu. Dia tetap melakukan kegiatan sosial disela-sela waktunya, berbagi dan membantu orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan.

Karena menurutnya, “Berbagi itu indah, dengan menciptakan senyuman di wajah mereka, senyum semangat menjalani aktivitasnya sehari-hari dalam kehidupan berat yang mereka jalani yakni hidup dalam kekurangan. Jadi, Jangan pernah merasa enggan untuk ulurkan tangan kepada mereka, karena mereka sama seperti kita, sama-sama manusia yang ingin hidup bahagia meskipun dalam lingkungan yang berbeda. Dan sekali saya tegaskan, berbagi itu bisa kapan saja dan dimana saja, yang terpenting adalah disertai dengan rasa keikhlasan. Insyaallah akan membawa kebaikan dan juga berkah dari Allah SWT, amiin..amiin yaa robbal alamiin…” tutupnya. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × one =