Mengenal Lebih Jauh Lagi Mengenai Fenomena Indigo dan Bagaimana Menanganinya – Bagian I

Jakarta – OaseINews.com – Indigo baru-baru belakangan ini menjadi viral di media sosial maupun media televisi.

Ini semua berkat tayangan Karma yang dibawakan oleh seorang anak indigo muda belia bernama Roy Kiyoshi yang fenomenal.

Sehingga fenomena Indigo ini lebih terangkat di kalangan masyarakat luas, Indonesia khususnya.

Sebelumnya juga ada beberapa stasiun televisi yang menayangkan acara serupa.

Pada tahun 2010 an, Indigo Trans TV pernah menayangkan beberapa anak Indigo dengan kemampuannya.

Acara televisi ini menayangkan hingga belasan episode dan ditayangkan seminggu sekali pada malam hari menjelang tengah malam.

Pada tahun 2000an, Kick Andy juga pernah mengundang seorang anak Indigo bernama Vincent Liong sebagai nara sumbernya.

Itupun hanya satu episode.

Kedua tayangan sebelumnya ini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat luas.

Sebab istilah Indigo hanya dikenal oleh kalangan anak-anak yang berstatus Indigo, dan orang-orang yang mendalami spiritual lainnya di dalam media sosial.

Inilah awal mula masyarakat umum mengenal istilah Indigo.

Sayangnya, dari ketiga tayangan televisi maupun media massa ini belum ada yang mengungkap Indigo dari segi edukasi atau pembelajarannya.

Inilah yang menyebabkan kerancuan di mata masyarakat dalam salah mengartikan anak-anak Indigo sebagai “dukun kecil” dan akhirnya dibuat sebagai alat pencetak uang oleh orang tua maupun lembaga lainnya.

Hal tersebut sangatlah salah besar…

Padahal Indigo lebih diarahkan hanya pada satu hal, yaitu dari sisi supranatural atau interdimensionalnya saja.

Dan jika kita ingin mencari tahu lebih dalam, anak-anak Indigo ternyata memiliki beberapa tipe tertentu:
1. Indigo Humanis
2. Indigo Artis
3. Indigo Konseptual
4. Indigo Spiritual
5. Indigo Interdimensional

Sebenarnya, tidak semua anak-anak Indigo yang suka tampil di depan publik, berkecimpung di dunia supranatural atau interdimensional, meramal dan lain sebagainya.

Masyarakat sedikit banyak harus mengetahui bahwa sifat dasar anak-anak Indigo adalah seorang empath, yang dapat merasakan penderitaan makhluk lain dan seringnya tergerak hati ingin membantu banyak makhluk, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Seringkali pula, kelebihan ini mereka anggap sebagai kelemahan yang membuat mereka merasa sedih ketika tidak dapat berbuat banyak untuk membantu.

Misalnya saja, ketika mereka melihat vision bencana alam, mereka bingung harus menuangkannya bagaimana dan kemana.

Banyak traumatik yang anak-anak Indigo rasakan. Seringkali mereka dianggap anak aneh, dikucilkan, dibully, halusinasi, penyebab kesialan dan lain sebagainya karena menceritakan suatu kejadian yang belum terjadi.

Tidak semua orang, sekalipun orang tua mereka sendiri yang mau mempercayai mereka.

Banyak juga dari anak-anak Indigo yang mendapat perlakuan buruk dari keluarga, seperti dianggap gila, lalu dimasukkan ke rumah sakit jiwa oleh orang tua mereka sendiri.

Beberapa dari mereka merasa frustasi dengan keadaan dirinya, sehingga tak jarang dari mereka yang akhirnya mengonsumsi obat-obatan terlarang sebagai penenang.

Itulah sedikit banyak latar belakang kisah mereka yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat.

Mereka hanya melihat anak-anak Indigo hari ini yang sudah dapat berdiri dengan tegapnya di depan mata mereka.

Tapi tidak banyak orang-orang yang mengetahui sisi tidak mengenakkannya dari seorang anak Indigo.

Dalam bagian selanjutnya, kita akan mengulas kembali Fenomena Indigo.

By : Yanti Kumalasari

Artikel ini sudah pernah tayang di suarajatimnews.com dengan judul Mengungkap Fenomena Indigo dari Segi Edukasi atau Pembelajarannya – Bagian I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 13 =