Bantuan Dari Pemerintah Terbanyak Se Kabupaten Bogor, Ada di Desa Lumpang

 

Kabupaten bogor, Oase INews.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan bisa mendistribusikan 264.085 bantuan pada pekan ini. Daerah yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi prioritas untuk didahulukan.

Seperti diketahui, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Baogor, merupakan daerah yang disetujui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan PSBB (Prmbatasan Sosial Bersekala Besar) dan merupakan penerima bantuan terbanyak se Kabupaten Bogor, dimana Total bantuan sosial yang bersumber dari APBD Pemprov Jabar itu berupa tunai dan pangan non tunai.

Dengan rinciannya, bantuan tunai sebesar Rp150 ribu per keluarga per bulan dan bantuan pangan non tunai mulai beras 10 kg, terigu 1 kg, Vitamin C, makanan kaleng 2 kg (4 kaleng), gula pasir 1 kg, mi instan 16 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan telur 2 kg, senilai Rp350 ribu per keluarga per bulan.

Sandy, Sekdes Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, mengatakan ada pintu bantuan lain yang disiapkan pemerintah dalam masa pandemi virus corona (Covid-19) ini. Beberapa pintu bantuan tersebut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako dari pemerintah pusat untuk kelompok warga miskin lama.

Pintu bantuan ketiga adalah Sembako Presiden khusus diberikan kepada warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Bogor,  yang sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk bantuan ini Jabar mendapat jatah sekitar 450 ribu kepala rumah tangga.

Pintu keempat bantuan dari Kementerian Sosial berupa uang tunai. Untuk bantuan ini, Provinsi Jabar mendapat jatah 1 juta kepala rumah tangga penerima. Sedangkan bantuan pintu kelima adalah Dana Desa setara Rp 600 ribu kali tiga bulan dengan 1.046.000 penerima.

Pintu bantuan keenam adalah kepada pengangguran dan yang kena PHK dengan statusnya adalah kepala keluarga. Jabar diberi jatah 937 ribu kepala keluarga dengan angka Rp600 ribu dikali tiga bulan yang akan dibantu melalui anggaran pemda kabupaten/kota sebanyak 620 ribu rumah tangga.

Dan Pintu terakhir bantuan pintu kesembilan adalah gerakan kemanusiaan pembagian makanan atau nasi bungkus untuk mereka yang tidak ber-KTP, ber-KK, gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan lain-lain.

” Bantuan Provinsi (Banprov) kali ini  kami tujukan kepada 2 (dua) RW yakni RW 06 dan RW 08, dimana saat ini kami sedang lakukan di RW 06,” ucap Sandy, Sekdes Lumpang yang mewakili Kepala Desa, Chaning, mengatakan kepada awak Media, Selasa (23/06/2020).

Ditambahkan, bahwa jumlah bantuan untuk Desa Lumpang dari Provinsi Jabar kali ini berjumlah 3.465 Paket, dan uang tunai Rp.150 ribu.

” Hanya tinggal 2 (dua) RW lagi bantuan PSBB ini yang belum kami salurkan diwilayah kami, dimana sebelumnya kami sudah salurkan kesemua lingkungan RW, ” kata Sandy lagi.

Ia berharap dengan adanya bantuan Banprov Jabar ini, minimal warga Desa Lumpang bisa sedikit terbantu selama pandemi corona 19 ini, karena itu ia meminta kepada semua pihak khususnya diwilayah Desa Lumpang, harus bisa mematuhi Protokol Kesehatan yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah.

Hal ini diakui oleh Cucu. Sekcam Kecamatan Parung Panjang, dimana ia melihat masih banyak warga yang belum mematuhi aturan Protokol Kesehatan, sehingga sirkulasi penilaian gugus tugas Covid 19, menilai bahwa hingga saat ini wilayah Parung Panjang, masuk dalam kategori zona merah.

” Saat ini gugus tugas covid 19, menilai wilayah Kecamatan Parung Panjang masuk kategori zona merah lagi, karena tercatat ada warga yang terdampak sebanyak 7 orang,” jelas Sekcam.

Untuk itu pihaknya meminta kepada semua fungsi Pelayanan yang ada diwilayahnya, baik itu Kantor Desa, Pasar, Sekolah dan lainnya. harus dapat mematuhi aturan Protokol Kesehatan. (Fatah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =