Mengisi Liburan Sekolah, Puluhan Anak Sekolah Belajar Menanam Padi, Bukan Bermain Gadget

BREBES ,Oase INews.com– Ada cara yang unik dilakukan anak-anak dalam mengisi liburan tanpa gadget atau gawai di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa (24/12/19). Seperti yang dilakukan oleh puluhan siswa Sekolah Alam Darul Huffadz. Mereka mengisi liburan di alam dengan belajar menjadi petani.

Sebanyak 30 anak yang berasal dari siswa sekolah dasar (SD) itu, bersama-sama menanam padi di sawah sekitar. Anak-anak juga dikenalkan dengan proses pembuatan nasi yang dapat dikonsumsi.

Satu peserta asal Kecamatan Bumiayu Salman (8) mengaku, senang mengikuti kegiatan tersebut. Meski yang paling muda, ia tidak canggung mengikuti segala kegiatan yang ada.

“Senang, asyik karena bisa main sambil nanam di sawah. Banyak (temen) yang ikut,” katanya.

Para peserta umumnya berasal dari Kabupaten Brebes wilayah selatan. Meski begitu, ada peserta dari Bekasi, Jawa Barat yang dengan semangat mengikuti kegiatan tersebut.

Pemerhati Anak sekaligus Direktur Program Sekolah Alam Darul Hufadz, M Fathur Rozak, mengatakan peserta dilatih menjadi petani agar liburan sekolah lebih bermanfaat. Dengan menirunya, anak-anak dapat mengetahui perjuangan petani.

“Di sini mereka belajar jadi petani tugasnya apa saja. Dengan bimbingan dari para pendampingnya,” katanya.

Puluhan siswa Sekolah Alam Darul Huffadz Brebes mengisi liburan di alam dengan belajar menjadi petani.

Diungkapkan, kegiatan tersebut merupakan Holiday Camp yang rutin dilakukan. Di mana, tema kali ini adalah Liburan Asyik, Liburan Kreatif.

Adapun kegiatan dilakukan selama tiga hari, mulai dari Senin-Rabu (23-25/12/19). Kegiatan Holiday Camp mulai dari outbond, Salat Dhuha, baca Alquran dan lainnya.

“Kegiatan Holiday Camp merupakan kegiatan yang dapat memberi stimulus kepada anak-anak untuk lebih aktif terhadap aktifitas di luar ruangan dengan belajar mengenal alam lebih dekat serta lebih peduli lagi dengan aspek sosialnya.”

Ia menambahkan, pengaruh gadget kini mulai membuat anak-anak cenderung pasif terhadap kegiatan fisik yang menyehatkan. Meski begitu, lanjut Rozak, tidak semua di dalam gadget bersifat negatif.

“Karena ada juga yang justru memberikan pelajaran dan pengetahuan pada anak seperti menghafal lagu-lagu daerah, belajar mengenal bahasa asing dan sebagainya,” katanya.

Yang perlu dilakukan, katanya, adalah menanamkan pengertian pada anak bermain gadget ada aturan. “Harus dibatasi. Jangan sampai anak asyik sendiri dengan gadgetnya sehingga melupakan belajar dan kurang aktivitas sosial,” pungkasnya. (Etty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =