Praktisi Publik SDM menilai Kualitas Udara Kota Tangsel Baik Dan Bersih

Kawasan DLh Tangsel

Oase I News.com – Kota Tangerang Selatan yang memiliki luas wilayah 147, 19 KM dan sebagai salah satu kota kaum urban penyangga ibu kota DKI Jakarta, sudah barang tentu memiliki tingkat aktivitas yang sangat padat yang dilakukan segenap masyatakatnya diberbagai bidang kehidupan. Dan saat ini Kota Tangsel memiliki jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 1,5 juta jiwa. Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Tangerang Selatan memiliki berbagai macam fasilitas dan sarana penunjang untuk membuat nyaman dan betah warga masyarakatnya. Salah satunya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup banyak terdapat di Kota Tangsel. Ditambah lagi jika Alun-Alun Kota Tangsel telah dibuat, maka akan makin menambah luas paru-paru Kota Tangsel nantinya.

Dan Kota Tangsel merupakan salah satu kota pavorit para pengembang perumahan dan juga masyakat ibu kota DKI Jakarta untuk membeli hunian sebagai tempat tinggalnya. Tak heran jika Kota Tangerang Selatan merupakan wilayah ekslusif dari Tiga Pengembang besar seperti Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai (BSD) serta Alam Sutera, menjadi basis utama para pengembang besar tersebut hadir di Kota Tangsel.

Kepada oase I news.com , pada Minggu (08/9/2019) siang, Dr. H. Nurudin Hery Kustanto, praktisi dan pembicara publik Sumber Daya Manusia (SDM) yang juga sebagai salah satu Direktur Televisi swasta di tanah air tersebut, dan tinggal di kawasan BSD city menyatakan bahwa Kota Tangsel, saat ini memiliki Tiga Pengembang besar seperti Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai (BSD) dan juga Alam Sutera adalah Tiga lokasi perumahan yang dianggap cukup representatif dan nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas kegiatan outdoor, seperti jalan santai, jogging dan juga bersepeda bagi para komunitas masyarakat yang banyak terdapat di Kota Tangsel.

“Ini menunjukkan secarara tidak langsung di ketiga lokasi perumahan dan pengembang besar tersebut banyak disediakan Ruang Terbuka Hjau (RTH) nya. Dan menurut saya tinggal di Kota Tangsel itu jauh lebih nyaman dan sehat dibandingkan tinggal di Bekasi atau di Kabupaten Tangerang yang jadi pusat industri (banyak pabrik-red) karena di Kota Tangsel udaranya masih segar dan sejuk,” tandasnya.

Kawasan graha Raya

Hery Kustanto menambahkan bahwa hal tersebut karena di Kota Tangsel Ruang Terbuka Hijau (RTH) nya cukup banyak, seperti Taman Kota 1 dan 2 serta Taman Golf BSD (depan Melati Mas) ditambah lagi pihak Pemkot Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat mengajukan perijinan mewajibkan tiap cluster perumahan menyediakan RTH. Ditambah lagi, baik ditengah maupun di pinggir jalan raya, juga banyak ditanami pohon-pohon yang rindang dan besar yang ditanam oleh pihak pengembang perumahan maupun oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel.

“Namun seiring bertambahnya jumlah rumah hunian saat ini maka Pemkot Tangsel harus betul-betul mengawasi persyaratan ketersediaan minimal 20% Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sebenarnya, agar fungsi dan peruntukannya sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat umum. Karena pihak pengembang pasti akan selalu berusaha mencari cara agar lahan RTH pun bisa dikomersialkan apabila pengawasan dari pihak Pemkot Tangsel lengah dan tidak ketat,” pungkasnya.(Simon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =