Sarana Olahraga di Desa Kebasiran, Penting untuk Wujudkan Kegiatan Positif Masyarakat

 

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan. SH.

 

Kabupaten Bogor, Oase INews.com- Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan.SH,  mengatakan, sarana olahraga di pedesaan penting untuk menjadi wadah masyarakat khususnya pemuda melakukan kegiatan positif.

“Sarana olahraga di desa bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu. Sehingga, bisa terhindar dari perilaku negatif,” kata Bambang, Kepada awak media via celuler. RAbu (12/06/2020)

Terkait itu, pihaknya bersama pemerintahan desa terus berupaya dan mendorong agar sarana prasarana olahraga bisa tersedia.

“Pemkab Bogor akan terus berupaya menyediakan sarana itu. Karena banyak manfaatnya,” kata dia.

Contohnya, seperti gedung olahraga yang sudah lama diresmikan Bupati Bogor di Desa Kebasiran, Kecamatan Parung Panjang, dimana sarana banyak digunakan warga setempat.

KOMERSIL

Saat ini Gedung Olah raga (GOR) yang berada di Desa Kebasiran, Parung Panjang, dinilai warga mengarah pada unsur Komersial semata, pasalnya setiap warga yang ingin melakukan kegiatan Olah raga dikutip retribusi yang sudah ditentuk tarifnya.

” boleh saja mengutip uang retribusi olah raga, tapi jangan ditentukan nominalnya, kan gedung GOR ini dibangun Pemerintah untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan individual,” ucap warga Desa Kebasiran, yang tidak mau disebut jatidirinya, mengatakan kepada awak media.

Ditambahkan bahwa keberadaan GOR ini sangat membantu dalam membina tunas muda dalam mencari bibit para olahragawan kedepannya, dan tentunya juga akan membawa nama daerah asal atletik itu sendiri.

” untuk itu harapan saya retribusi yang dipungut oleh pengelola GOR Parung Panjang saat ini agar bisa ditertibkan dan bisa dapat membantu kelancaran pembinaan olah raga diwilayah Kebasiran dan Parung Panjang pada umumnya,” katanya.

Seperti diketahui bahwa keberadaan GOR Parung Panjang ini dinilai sebagai  sarana olah raga yang bisa menjadi harapan bagi generasi muda  dalam pembinaan olah raga. (Fatah/Etty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + nine =