Belajar Dari Kasus Dasana Indah, Ketua RW 06 Kelurahan Tigaraksa Abdul Munir Mengimbau Warganya Tidak Buka Puasa Bersama

Tangerang,Oase I News.com – Ketua RW 06 Kelurahan Tigaraksa Abdul Munir H Syarif Mansyur mengimbau kepada ketua RT dan pengurus DKM di Wilayahnya untuk tidak melakukan kegiatan buka puasa bersama mengingat kasus COVID-19 sangat tinggi cluster Rukun Tetangga (RT).

“Kita belajar dari kasus warga yang positif COVID-19 di RW 28 Perumahan Dasana Indah di Kecamatan Kelapa Dua, warga yang positif 46 orang akibat melaksanakan tradisi munggahan bersama, 96 sedsng meninggu hasil Swab test,” ujar Munir, Selasa (27/4/2021).

Karena itu kata Munir,dirinya mengimbau kepada ketua RT mulai dari RT 01 s/d RT 08 dan 6 ketua DKM di wilayah RW 06 Kelurahan Tigaraksa untuk tidak melakukan Buka Puasa Bersama, sebagai antisipasi penyebaran virus corona di cluster RT/DKM.

“Sesuai arahan kepala Puskesmas Tigaraksa Kab Tangerang agar Para ketua RT dan DKM untuk tidak melakukan Buka Puasa Bersama dikarenakan saat ini kasus Warga yang positif COVID-19 sangat tinggi terutama clauster RT dan DKM,” ucap Dae Munir

Ditempat terpisah, Juhana ketua RT 01/06 Kel Tigaraksa mengaku siap melaksanakan instruksi dan arahan ketua RW 06 Kel Tigaraksa, ini semua untuk kebaikan kita bersama pencegahan penyebaran virus corona.

“Kami warga RT 01/06 siap untuk tidak melaksanakan Buka bersama atau kegiatan lainnya yg melibatkan warga banyak,” ujar Juhana putra kelahiran Cirebon ini.

Diketahui sebelumnya, 46 warga di Perumahan Dasana Indah di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dinyatakan positif COVID-19 setelah 60 orang melakukan tradisi ‘munggahan’ pada 10 April lalu sebelum bulan puasa ke luar daerah. Akibatnya, satu RW lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus.

“Jadi itu mereka munggahan tanggal 10 April, kemudian tanggal 20 Aprilnya ada yang dirawat di RS, ada 4 orang positif setelah dites, akhirnya ketemu 46 orang positif,” kata Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi.

Mereka sebelumnya padahal sudah dilarang oleh petugas RT dan RW agar tidak melakukan munggahan apalagi ke luar kota. Akhirnya, dengan menggunakan bus, mereka pergi ke daerah di Bogor, Jawa Barat. Dari 46 orang positif covid 19 tersebut, 38 di rujuk ke yasmin dan 8 orang di rawat di RS.( Rizal – Po )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *