GRPB : Temu Kangen & Buka Puasa Bersama Relawan Jokowi Guna Mempererat Tali Silaturrahim

JAKARTA, Oase I News.com – Pada Bulan Ramadhan 1442 H di hari ke-13 Relawan Jokowi wilayah se-Jabotabek mengadakan Temu Kangen dan Buka Puasa bersama di Rumah Rakyat DPP Aliansi Indonesia, Taman Mini II, Jakarta Timur. Minggu (25/04).

Agenda Temu Kangen dan Bukber Relawan Jokowi ini diinisiasi oleh Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB). Adapun pelaksanaannya dilakukan secara Luring dan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak). Dengan di moderatori oleh Vina Petersina, juga menghadirkan beberapa narasumber yakni : H. M Guntar Gemparalam. S.H. M.H (Wakil Ketua DPP Aliansi Indonesia), Dr.B.Aryant.SE.MM yang biasa dipanggil Mas Aryo (Ketua Dewan Pembina MiWi), Netty Manurung (Wakil Ketua Panitia), Rachmat Zainal Abidin (Ketum Garuda Indonesia Jaya), Oscar Pendong Kornas GRPB, Andre Dande (Humas GRPB), Ustad Teuku Emil Salim. S.Pdi, Chynthia (Formula).

“Acara temu kangen dan Bukber ini ditujukan untuk mempererat tali silahturahim dan masih dengan semangat yang sama di bulan baik ini bahwasanya soliditas, militansi dan kebersamaan sebagai pendukung Presiden Jokowi, masih terjaga utuh dan terjaga dengan baik. Semoga semangat ini tetap ada hingga masa kepemimpinan Ir.H.Joko Widodo selesai mengemban tugasnya sebagai kepala Negara dan kepala Pemerintahan. Salam soliditas,” ucap Andre Dande.

H. Muhammad Guntar Gemparalam mewakili Ketum LAI Djoni Lubis melalui sambutan singkatnya menyampaikan, “ini adalah rumah rakyat, rumah kita semua Lembaga Aliansi Indonesia adalah tempatnya rumahnya rakyat, jadi siapapun kita sebagai rakyat kita disini adalah yang memilikinya dan tinggal digunakan sebaik mungkin untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Aryo yang merupakan Ketua Dewan Pembina MiWi mengatakan bahwa, “yang sekarang dikembangkan pemerintah tentang hal mengenai toleransi kehidupan beragama dan antar umat beragama. Dengan terjaganya hubungan antar umat beragama dan sesama agama niscaya akan mewujudkan perdamaian sehingga akan ada ketenangan dalam beragama, bernegara, dan bermasyarakat. Yang terpenting bahwa kebersamaan itu bagian dari silahturahmi untuk menjaga kedamaian, karena kehilangan kebersamaan disebabkan rasa benar sendiri atau yang menonjol tanpa mendengarkan pendapat orang lain (kecenderungan itu memang bisa terjadi). Jadi sekali lagi saya akan tekankan bahwa tali silahturahmi itu sangat-sangat perlu, terutama dalam kondisi pandemi covid-19 untuk menciptakan kebersamaan saling menjaga kesehatan dan saling memberikan support supaya pemulihan ekonomi ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Begitu juga Netty Manurung selaku Wakil Ketua Panitia Acara juga  turut menyampaikan pendapatnya, “harapan dari Gerakan GRPB adalah supaya tali silahturahim kita tidak pernah putus, seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa 80% panitia pelaksana acara ini adalah non muslim, karena pada saat non muslim mengadakan acara-acara apapun bahwa muslim yang menjadi panitia. Disinilah bentuk toleransi yang kami ciptakan tidak ada perbedaan warna kulit, suku, etnis, dan lain sebagainya. Kami disini melakukan suatu perbedaan menjadi indah, berwarna, dan saling mewarnai yang artinya kita tidak mencari minoritas atau mayoritas kita semua sama atau bersaudara,” tandasnya.

(Ali/put).

Berikut Video Pembukaan Acaranya : 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *