Dikota Tua Jakarta Dapat Temu Kangen Lumpia dan Bandeng Presto Lumba Lumba Khas Semarang

Semarang – Oase INews.com– “Lumpia Semarang”. Kata ini menyiratkan Semarang sebagai destinasi kuliner Nusantara.

Tidak hanya lumpia, bandeng presto/pepes/otak-otak, tahu bakso, pia berbagai macam rasa serta berbagai penganan lain identik dengan ibukota Jawa Tengah ini.

Kelezatan khas yang membuat orang selalu “kangen”.

Pengalaman LP yang sudah pernah membandingkan berbagai panganan khas Semarang, lumpia Semarang paling enak merk “Lumba-Lumba”.

Outlet penjualannya di pusat kuliner khas Semarang jalan Pandanaran nomor 63B dan 41.

Disitu ada outlet kecil tempat penjualan bandeng presto/Lumpia/pusat oleh-oleh merk Lumba-Lumba.

Sedangkan pusat pembuatannya di jalan Kayumas I/110 Semarang.

Bukan hanya lumpianya yang istimewa, aneka kuliner dan oleh-oleh lain merk Lumba Lumba ini juga rekomended.

Pewarta sempat beberapa kali membeli/pesan bandeng presto/pepes/otak-otak, tahu bakso, pia bermacam rasa dan wingko lewat telpon/WA 0811 298 832 atau telpon ke  024 3588888, transfer pembayaran, pesanan akan dipaketkan.

Ditemui pewarta di jalan Kayumas I/110 Semarang Senin 11/6/2018, pak Gondo, demikian panggilan pemilik dan pendiri bandeng presto Lumba Lumba ini menjelaskan bahwa dirinya telah merintis usahanya itu sejak jauh sebelum tahun 1990.

Dimulai sebagai supplier bandeng yang diimpornya dari kota Juwana.

Berbekal pengalaman memilih ikan bandeng mentah yang berkualitas, Gondo mulai memulai bisnis bandeng presto, pepes dan bandeng otak-otak.

“Pada awal saya membuka outlet yang di Pandanaran (jalan Pandanaran 63B & 41 Semarang, Red) dan warung makan Lumba Lumba di jalan Gang Baru 33 (Semarang, Red)”, ujar bapak 68 tahun tetapi berwajah dan penampilan jauh dibawah usianya ini.

Menjawab pertanyaan LP tentang rasa lumpia Lumba Lumba yang dapat dikatakan istimewa dibanding produk lain, Gondo menjelaskan, “salah satu kuncinya di pengolahan rebung yang menggunakan mesin dan diolah secara khusus hingga bau pesing khas rebungnya hilang, disamping tentunya resep rahasia turunan keluarga”.

Pria yang yang bernama lengkap Gondo Wardojo Sinudarsono ini juga pengurus organisasi jurnalis/wartawan PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) di Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Tengah (DPD Jateng).

Sekretaris PJI DPD Jawa Tengah ini jurnalis/redaktur khusus di LintasPatroli.

“Saya sudah tidak terlalu ikut campur menangani bisnis kuliner ini (Lumba Lumba, Red), ditangani anak saya Yonathan dibantu karyawan yang rata-rata sudah seperti keluarga”, jelas Gondo.

“Bagi orang yang tinggal di Jakarta ataupun yang kebetulan sedang berada di Jakarta dan kangen makanan khas Semarang kami (Lumba Lumba, Red), silahkan mampir di ‘Restoran Lumba-lumba’ di kawasan Kota Tua Jakarta di pojokan Jalan Kemukus, di sisi timur Taman Fatahillah, Kota Tua”, Gondo meminta pesannya ini dituliskan. “Bisa juga pesan per telpon atau WA 0877 0999 9021 atau telpon 021 6900936”, tambahnya.

Pewarta yang sedang ke Jakarta, Kamis (13/6) menyempatkan mampir di Restoran Lumba-Lumba di kawasan Kota Tua itu, mencicipi nasi goreng bandeng pedas, bakmi goreng babat gongso pedas, bandeng presto dan lumpia special.

Ternyata rasanya tiidak mengecewakan, tak beda dengan yang di pusatnya, Semarang.

Yonathan dan istrinya Jessica, pengelola restoran ini tak berhasil ditemui.

Menurut Bahrul (20), supervisor resto Lumba-lumba,  keluarga Yonathan sudah berangkat ke Semarang jam 9 pagi (Pewarta datang jam 13.10).

Restoran dan pusat oleh-oleh Semarang Lumba Lumba itu menyediakan berbagai macam kuliner khas Semarang seperti soto semarang, bakmi jowo godok, bakmi jowo goreng, tahu pong, gimbal udang, kangkung petis lengkap dengan taburan tahu, nasi babat gongso dan nasi goreng babat.

Olahan bandeng jelas tersedia mulai bandeng presto, bandeng pepes, hingga bandeng otak-otak. Bahkan, ada variasi nasi goreng bandeng.

Oleh-oleh Semarang seperti wingko, tahu petis, tahu bakso, pia beraneka rasa dan tentu saja lumpia special isi rebung, udang dan ayam bisa didapatkan di sini.

Bagi penggemar rasa pedas, menu seperti bakmi goreng dan babat gongso bisa dipesan pedas.

Rasa pedas ini akan memberikan kesan tersendiri.

”Yang paling laku di sini bandeng presto. Di hari biasa 200 ekor ludes. Pada akhir pekan melambung sampai 500 ekor. Menu lain yang laris adalah tahu gimbal, tahu pong dan bakmi jawa. Di hari biasa antara 25 porsi dan 30 porsi dari masing-masing hidangan yang terjual. Di akhir pekan, jumlah terjual bisa sampai 40-50 porsi”, terang Bahrul.

“Restoran dibuka pukul 09.00 sampai pukul 21.00”, ujarnya mengakhiri perbincangan.

(slmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × three =