Edriana dan Mufidah Jusuf Kalla Diskusi Tentang Pengembangan UMKM di Ranah Minang

Edriana, SH.MA Bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Berdiskusi Tentang Kerajinan Tenun Songket di Ranah Minang.

JAKARTA, Oase I News.com – Langkah Edriana, SH.MA kian matang menuju Pilgub Sumbar 2020, setelah sebelumnya melakukan lawatan politik ke berbagai Pengurus Partai di Sumbar serta silaturahim kultural ke berbagai tokoh Adat Sumatera Barat.

Dalam kunjungan kali ini, Edriana yang tergabung dalam Ibu – Ibu Indo Jalito Peduli yang dipimpin oleh Astri Asghani, menemui Mufidah Yusuf Kalla dikediamannya, Jakarta. Senin (09/12).

Edriana dan rombongan berdialog dengan Mufida tentang pengembangan UMKM di Ranah Minang. Beliau sangat perhatian dan peduli dengan pengembangan pengrajin tenun songket Pandai Sikek dan Songket Lintau serta beliau telah mendirikan Sekolah Tenun Songket di Lintau yang mendidik kaum perempuan untuk melestarikan dan mengembangkan tenunan songket, pungkas Edriana, lulusan S2 Pembangunan Perempuan, Den Haag, Belanda.

“Kita berdiskusi selain pengembangan penenunan songket juga bagaimana agar peserta didik juga diberi pelatihan pengelolaan keuangan serta pemasaran. Kita berharap agar peserta didik, anak – anak muda, selain mau belajar menenun agar terjadi regenerasi dari penenun Songket, juga mereka mendapat materi pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran. Saat ini para pengrajin tersebut terkendala dalam hal modal dan pemasaran. Kita mendorong bagaimana agar Pemerintah Daerah terlibat dalam membantu permodalan dan pemasaranya,” terang Edriana saat dihubungi redaksi.

Selain itu Edriana mengulas hasil kunjungannya ke rumah Musfidah, kami bertukar pikiran selain bagaimana mempertahankan budaya Tenun juga bagaimana para Pengrajin bisa mendapatkan penghasilan yang memadai selain modal usaha.

“Agar memudahkan permodalan dan memenuhi kebutuhannya maka Pendirian Koperasi – Koperasi bagi para Penenun Songket sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah juga diminta agar bisa membantu Pengrajin untuk membangun kerjasama dengan perusahaan – perusahaan besar dalam hal pemasarannya serta membuka jalur agar mereka dapat mengakses bantuan permodalan dari Kementrian UMKM,” ujar Pemerhati Perempuan yang aktif sejak Tahun 80-an.

Ditanya motivasinya maju ke Bursa Gubernur Sumbar, Perempuan kelahiran Padang ini mengatakan, “sesuai dengan kepedulian saya maju sebagai Gubernur Sumbar agar bagaimana para Perempuan Minang Mandiri secara Ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutup Direktur Women Research ini dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

(put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 9 =