Remaja PSPP Galih Pakuan Tenggelam Terbawa Arus Sungai Cisadane

Bogor, oaseindonesianews.com
Kejadian orang tenggelam kembali terjadi di wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta pada minggu (14/4) siang tadi. Kali ini menimpa Ahmad Rifai, seorang remaja usia 21 tahun yang merupakan seorang siswa dari Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) “Galih Pakuan” Bogor milik Kementerian Sosial RI.
Panti sosial tersebut merupakan tempat rehabilitasi sosial bagi para pengguna penyalahgunaan narkoba di bawah naungan Dirjen Bina Rehabilitasi Sosial. Diketahui korban bersama 3 (tiga) rekan lainnya melarikan diri dari panti sosial tersebut sekitar pukul 12.30 WIB menuju aliran sungai Cisadane.
Korban pun kemudian menyeberangi aliran sungai yang cukup deras dan lebar tersebut dan 3 (tiga) rekannya menunggu di darat. Karena tidak sanggup melewati aliran sungai, akhirnya korban pun tenggelam dan terbawa oleh derasnya aliran Sungai Cisadane yang terletak di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketiga rekannya yang pada saat itu bersama korban ingin menolong karena merasa tidak mampu akhirnya salah satu ada yang kembali ke panti sosial dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta pada minggu (14/4) sore sekitar pukul 15.55 WIB oleh bapak Edi yang merupakan anggota dari RAPI Bogor.
“Menanggapi laporan dari masyarakat sore tadi kita kerahkan satu tim menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR air lengkap kemudian sementara kita tunggu perkembangan selanjutnya dari tim yang ada di lapangan. “ tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman, S.E., M.Si., yang juga merupakan SAR Mission Coordinator (SMC).
Sementara informasi yang diterima malam tadi tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur-unsur yang terkait seperti Koramil Ciseeng, Polsek Ciseeng, RAPI Kab. Bogor, Damkar Kab.Bogor, dan Tagana Kab.Bogor. Dilaporkan saat ini lokasi kejadian sedang diguyur hujan yang cukup deras dan rencana operasi mala mini akan dilakukan pengamatan secara visual di sekitar lokasi kejadian.
(Fatah)
Narasumber : Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − eight =