Pemdes Rawa Burung, Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Pada Anak Balita

Kab. Tangerang, OaseINews.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait gizi buruk (Stunting) pada anak balita sejak dini, maka Pemerintah Desa (Pemdes) Rawa Burung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting Bagi tumbuh kembang pada anak balita di laksanakan di Aula Kantor Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang Selasa (21/12/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Rawa Burung Damhuri, Ketua Kader PKK Angelia, Bidan Desa Rawa Burung Bidan Eli Candra STR.Keb, UPTD Puskesmas Salembaran Jaya Bidan Amelia Nurahmawati S.Gz, Babinsa Desa Rawa Burung Peltu Sukoyo serta masyarakat, tenaga dan Kader kesehatan Desa Rawa Burung.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Salembaran Jaya Bidan Amelia Nurahmawati S.Gz mengatakan Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam seribu hari pertama, ada beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya gizi buruk, hal ini muncul sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama diantaranya faktor kemiskinan, pola asuh yang tidak tepat serta penyakit yang berulang.

“Stunting itu kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis dalam seribu hari pertama, ada beberapa faktor Stunting pada anak diantaranya, faktor kemiskinan, pola asuh yang tidak tepat serta penyakit yang berulang,” jelasnya.

Lanjut Amelia, Pencegahan Stunting pada balita dapat kita cegah di mulai dari keluarga, pola asuh yang tepat, sanitasi serta rutin membawa ke puskesmas atau posyandu untuk mengecek tumbuh kembang balita serta memberikan Asi Eksklusif di tambah makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, daging, ikan, telur serta di berikan vitamin.

“Cara mencegah Gizi buruk (Stunting-red) di mulai dari keluarga, Pola asuh yang benar, sanitasi yang kurang dapat juga berpengaruh pada tumbuhan kembang pada anak balita, kemudian harus rutin membawa balita kepuskemas atau posyandu untuk memeriksa pekembangan serta memberikan Asi eksklusif dan makanan yang bergizi seperti, sayuran buah-buahan, daging, ikan, telur dan vitamin,” ungkapnya.

Sementara kepala Desa (Kades) Rawa Burung Damhuri mengatakan, kegiatan sosialisasi pencegahan Stunting ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah Stunting pada anak balita yang ada di desa rawa burung, semua materi yang di sampaikan oleh narasumber kepada masyarakat nantinya bisa di terapkan di dalam kehidupan sehari-hari warga desa rawa burung dan masyarakat umum.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi warga desa rawa burung dalam pencegahan Stunting pada anak balita, semoga materi yang disampaikan oleh narasumber Dapat bermanfaat dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari oleh warga desa rawa burung,” ungkapnya.

Boyo, sapaan akrabnya berharap kepada warga nya dengan adanya sosialisasi ini tidak ada warga di desa rawa burung yang mengalami gizi buruk (Stunting) serta masyarakat bisa menyadari makna dari Stunting pada anak balita, Pemdes akan selalu tetap melayani kebutuhan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan Stunting.

Boyo menghimbau kepada masyarakat Warga desa rawa burung agar selalu tetap menjaga kesehatan serta mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini tidak ada warga desa rawa burung yang mengalami Stunting dan selalu mengikuti anjuran pemerintah dalam menerapkan prokes agar kita semua terhindar dari virus covid 19.” Pungkasnya (Red/Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *